Ditanya Siapa Pesaing Facebook, Zuckerberg Tak Bisa Jawab

Kompas.com - 11/04/2018, 14:46 WIB
Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg (kanan) dijadwalkan memberi kesaksian di kongres Amerika Serikat terkait skandal kebocoran data pengguna Facebook, hari Rabu (11/4/2018). THE NEW YORK TIMES/ PETE MAROVICHPendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg (kanan) dijadwalkan memberi kesaksian di kongres Amerika Serikat terkait skandal kebocoran data pengguna Facebook, hari Rabu (11/4/2018).
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com —  Selasa kemarin, pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, bersaksi di depan Komisi Perdagangan dan Yudisial Amerika Serikat, tentang perlindungan data pengguna Facebook terkait skandal Cambridge Analytica belakangan ini.

Dia dibombardir pertanyaan selama 5 jam oleh 44 senator, termasuk soal kekhawatiran posisi Facebook, yang disinyalir sudah memonopoli ranah media sosial. Senator Lindsey Graham bertanya, “Siapa kompetitor terbesar Anda” kepada Zuckerberg.

Sang pendiri Facebook itu kesulitan memberikan jawaban yang jelas. Jawaban Zuckerberg berputar-putar dan menyebut bahwa Google, Apple, Amazon, dan Microsoft memiliki layanan yang “bersinggungan” dengan Facebook di beberapa hal.

Tak puas, Graham kembali mencecar, “Kalau saya membeli (mobil) Ford dan ternyata saya tidak suka, saya bisa membeli Chevrolet. Kalau saya kesal dengan Facebook, produk mana yang setara dan bisa saya coba?” tanyanya lagi.

Zuckerberg menjawab dengan menjabarkan aneka layanan berbeda yang disediakan oleh Facebook sehingga Graham terpaksa memperjelas pertanyaannya.

Baca juga: Ini Ciri-ciri Akun Facebook yang Dicuri, 1 Juta Orang Indonesia Terdampak

“Saya tak bicara soal kategori. Maksud saya kompetisi yang Anda hadapi. Perusahaan mobil menghadapi persaingan keras. Kalau mereka bikin mobil jelek, orang-orang tak mau membeli dan memilih produk lain. Apakah ada alternatif Facebook di ranah swasta?” cecar Graham.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Rabu (11/4/2018), Zuckerberg kemudian menjawab bahwa orang Amerika rata-rata menggunakan "delapan aplikasi berbeda” untuk berhubungan dengan teman sehingga mengesankan bahwa Facebook hanyalah salah satu dari aplikasi itu saja.

Graham kemudian berhenti basa-basi dan langsung “menembak” Zuckerberg dengan bertanya apakah Zuckerberg berpikir Facebook menerapkan monopoli. “Jelas tidak terasa seperti itu bagi saya,” jawab Zuckerberg, yang disambut gelak tawa hadirin.

Facebook memang sudah meraksasa sedemikian rupa di ranah jejaring sosial sehingga belakangan diduga efektif menjalankan monopoli dan mengancam demokrasi dengan aneka misinformasi yang bertebaran di dalamnya.

Produk utama jejaring sosial Facebook saja punya 2,2 miliar di seluruh pengguna, tak tertandingi oleh kompetitor mana pun. Belum lagi produk-produk lain yang bernaung di bawah Facebook, seperti Instagram, WhatsApp, dan Messenger.

Karena itu, belakangan muncul pula wacana bahwa Facebook harus dipecah agar posisinya tak terlalu dominan.

Facebook dan Zuckerberg sedang mendapat sorotan terkait skandal kebocoran data pengguna yang kemudian dipakai untuk kepentingan politik oleh Cambridge Analytica. Dia dijadwalkan bersaksi di kongres Amerika Serikat di Washington pada hari Rabu pekan ini waktu setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.