Ini Surat Balasan Facebook Setelah Kena Peringatan Kedua dari Kominfo

Kompas.com - 11/04/2018, 19:48 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat ditemui di Gedung Kominfo Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (11/4/2018).Fatimah Kartini/KOMPAS.com Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat ditemui di Gedung Kominfo Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com —  Facebook lekas menjawab Surat Peringatan Kedua (SP II) yang dilayangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Selasa (10/4/2018) kemarin. SP II itu terkait insiden pencurian 1 juta data pengguna Facebook Indonesia oleh firma analis Cambridge Analytica (CA).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, jawaban bukan didapat dari Facebook Indonesia, melainkan dari Facebook Irlandia. Hal ini merujuk pada kebijakan Facebook pusat, di mana selain cabang Amerika Serikat, semua keluhan ditangani cabang Irlandia.

"Tadi malam itu ada surat, tetapi dari Facebook Irlandia. Dia hanya menerangkan tata cara Facebook menangani CA. Menurut mereka, itu sudah diberhentikan, hanya saja kami minta semua yang serupa dengan itu (kuis kepribadian pihak ketiga) juga dihentikan untuk pasar Indonesia," kata dia, Rabu (11/4/2018), di Gedung Kominfo Medan Merdeka, Jakarta.

Baca juga: Ini Cara Cambridge Gunakan Data Facebook untuk Menangkan Trump

Lebih lanjut, Rudiantara mengungkapkan, pihaknya hingga kini belum menerima hasil audit Facebook terkait data pengguna yang dicuri. Padahal, laporan audit sudah diminta sejak Kominfo mengirimkan SP I pada 5 April 2018.

"Belum ada hasil audit. Itu, kan, kemarin kami keluarkan SP tambahan karena ternyata ada aplikasi lain yang terungkap mirip CA, yaitu CubeYou dan AgregateIQ. Jadi kami minta yang lama mana? Sekarang sudah ditemukan lagi," ujarnya.

Laporan hasil audit dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan data “curian” tersebut. Dengan demikian, pemerintah bisa menakar dan mengukur potensi permasalahan yang timbul.

Rudiantara mengatakan, SP II bisa saja ditingkatkan menjadi pemutusan operasional sementara Facebook di Indonesia jika dianggap diperlukan. Hanya saja, ia tak ingin gegabah mengambil langkah.

"Kita tunggu dululah hasil SP," ujarnya.

Baca juga: Data Pengguna Indonesia Dipastikan Bocor, Denda hingga Pemblokiran Menanti Facebook

Insiden CA mengundang perhatian global. CA sendiri merupakan konsultan politik yang membantu kampanye pemenangan Donald Trump pada Pilpres AS 2016 lalu.

Secara total, ada 87 juta data pengguna Facebook global yang dicuri CA. Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara yang data penggunanya paling banyak jadi korban.

Baca juga: Ini Ciri-ciri Akun Facebook yang Dicuri, 1 Juta Orang Indonesia Terdampak

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X