Apakah Indonesia Berani Memblokir Facebook, Menkominfo? - Kompas.com

Apakah Indonesia Berani Memblokir Facebook, Menkominfo?

Kompas.com - 12/04/2018, 18:47 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo), Rudiantara, didera pertanyaan “apakah berani memblokir Facebook di Indonesia?”. Hal ini menyusul insiden pencurian 1 juta data pengguna di Tanah Air oleh firma analis Cambridge Analytica, yang diumumkan pada 5 April 2018 lalu.

Sudah sepekan sejak pengumuman itu, Rudiantara pun sudah dua kali melayangkan Surat Peringatan (SP) ke Facebook. Namun, belum ada tanda-tanda raksasa jejaring sosial itu bakal diblokir. (Baca juga : Ini Surat Balasan Facebook Setelah Kena Peringatan Kedua dari Kominfo)

Rudiantara membantah jika dikatakan “lunak” ke Facebook. Ia mengklaim Indonesia justru dinilai paling tegas oleh sesama rumpun Asia Tenggara.

“Indonesia dianggap berani tegas. Negara ASEAN mana lagi yang berani tutup Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) internasional? Hanya Indonesia,” kata dia, Rabu (12/4/2018).

“Kita menjadi rujukan. Negara tetangga di ASEAN bahkan ngirim sejumlah staf untuk melihat sistem di Indonesia,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya sudah ada beberapa PSE yang diblokir karena dianggap melanggar aturan main di Indonesia. Misalnya saja Telegram, Tumblr, Vimeo, dsb.

Kendati berani memblokir, Rudiantara tak ingin gegabah. Menurut dia, ada kondisi-kondisi tertentu di mana pemerintah bisa langsung mengambil tindakan pemblokiran, semisal jika ada indikasi penghasutan antar-kelompok.

“Kalau ada indikasi bahwa Facebook di Indonesia digunakan untuk penghasutan, seperti yang terjadi di Myanmar, saya tidak punya keraguan untuk blokir,” ia menjelaskan.

Untuk kasus pencurian data, Rudiantara mengatakan masih menunggu hasil audit lengkap dari Facebook. Jika sudah ada hasil, barulah pemerintah bisa menakar potensi permasalahan yang timbul dan mengambil tindakan lebih jauh.

Untuk saat ini, dalam Surat Peringatan Pertama dan Kedua yang diberikan Kominfo ke Facebook, pihaknya meminta agar layanan pihak ketiga yang berpotensi membahayakan harus dihentikan. Hal ini katanya sudah disanggupi pihak Facebook.

Saat ini, kan, sudah SP II. Kita tunggulah, nanti setelah SP II bisa ditingkatkan menjadi pemutusan layanan sementara jika diperlukan," ujarnya.

Baca juga : Kominfo Blokir Facebook jika Kasus Myanmar Terjadi di Indonesia


Komentar

Terkini Lainnya

Di Indonesia, Galaxy Note 9 Habis Dipesan 2 Hari

Di Indonesia, Galaxy Note 9 Habis Dipesan 2 Hari

Gadget
Layanan Google One Mulai Disebar

Layanan Google One Mulai Disebar

Software
Sudah Mundur, Jan Koum Masih Bolak-balik ke Kantor Facebook

Sudah Mundur, Jan Koum Masih Bolak-balik ke Kantor Facebook

e-Business
Kacamata Pintar Apple Diramal Meluncur 2020

Kacamata Pintar Apple Diramal Meluncur 2020

Gadget
Ponsel 5G LG Meluncur Awal 2019

Ponsel 5G LG Meluncur Awal 2019

Gadget
Bocoran Benchmark Snapdragon 850

Bocoran Benchmark Snapdragon 850

Hardware
Bing Bisa Pecahkan Soal Matematika dengan Foto

Bing Bisa Pecahkan Soal Matematika dengan Foto

Software
Diupdate,  Xiaomi Mi A2 Bisa Rekam Video 60 FPS

Diupdate, Xiaomi Mi A2 Bisa Rekam Video 60 FPS

Gadget
Google Umumkan Android 9 Pie Go Edition

Google Umumkan Android 9 Pie Go Edition

Software
Direct Messege Instagram Bisa Disisipi 'Polling'

Direct Messege Instagram Bisa Disisipi "Polling"

Software
Oppo F9 Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya

Oppo F9 Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya

Gadget
Ini Daftar Smartphone Nokia yang Kebagian Android Pie

Ini Daftar Smartphone Nokia yang Kebagian Android Pie

Software
Ini Alasan Mengapa Harus Ganti Password Instagram Sekarang

Ini Alasan Mengapa Harus Ganti Password Instagram Sekarang

Software
Samsung Umumkan Modem 5G Pertama di Dunia, Exynos 5100

Samsung Umumkan Modem 5G Pertama di Dunia, Exynos 5100

Hardware
iPhone 2018 Akan Mendukung Stylus Apple Pencil?

iPhone 2018 Akan Mendukung Stylus Apple Pencil?

Gadget
Close Ads X