Kompas.com - 13/04/2018, 07:07 WIB
Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg (kanan) dijadwalkan memberi kesaksian di kongres Amerika Serikat terkait skandal kebocoran data pengguna Facebook, hari Rabu (11/4/2018). THE NEW YORK TIMES/ PETE MAROVICHPendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg (kanan) dijadwalkan memberi kesaksian di kongres Amerika Serikat terkait skandal kebocoran data pengguna Facebook, hari Rabu (11/4/2018).

KOMPAS.com - Mark Zuckerberg hadir untuk memberikan kesaksiannya, atas skandal kebocoran data yang menghantam 87 juta pengguna Facebook dunia. Setelah memberikan pidato, Pendiri dan CEO Facebook tersebut mulai dicecar pertanyaan dari para legislatif dari Komite Energi dan Perdagangan.

Dari sesi tanya jawab yang bergulir selama lima jam tersebut setidaknya menghasilkan tujuh poin penting. 

KompasTekno telah merangkum hal-hal penting yang disorot dalam agenda dengar pendapat antara senat dan Zuckerberg dalam skandal Cambridge Analytica, dari The Verge, Jumat (13/4/2018).

1. Undang-undang perlindungan data

General Data Privacy Regulation (GDPR) merupakan undang-undang perlindungan data dan privasi individu yang berlaku di Uni Eropa. Sejatinya, GDPR akan berlaku pada bulan Mei mendatang dan otomatis akan mempengaruhi pola bisnis internet di Eropa.

Dalam kesaksiannya di hadapan senat, Zuckerberg mengatakan bahwa akan membuat perlindungan GDPR ke ranah global. Kepada senator Janice Schakowsky, Zuckerberg menjelaskan bahwa GDPR memiliki beberapa potongan penting yang berbeda.

"Satu potongan menawarkan kontrol, atas apa yang kita lakukan. Kedua, adalah mendorong persetujuan dan menempatkan kontrol untuk orang-orang, yang menuntun orang lain sesuai apa yang mereka pilih", papar Zuckerberg.

Ia melanjutkan penjelasannya tentang kontrol privasi yang dimaksudnya kepada senat. Ia mengatakan akan menempatkan sebuah alat yang terletak di atas aplikasi Facebook dan menuntun mereka melalui menu pengaturan.

Baca juga : Indonesia Kalah dari Afrika soal Kesadaran Perlindungan Data Pribadi

2. Ancaman tidak muncul di audit

Tahun 2011, Facebook menyetujui keputusan FTC yang mensyaratkan Facebook untuk mengidentifikasi ancaman yang akan menyerang privasi pengguna.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Software
Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

e-Business
20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

Software
Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

e-Business
Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Hardware
Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Software
TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

Software
iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

Hardware
Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Software
Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Gadget
Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Gadget
YouTube Luncurkan 'Most Replayed', Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

YouTube Luncurkan "Most Replayed", Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

Software
Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

e-Business
Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.