Kompas.com - 13/04/2018, 07:07 WIB
Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg (kanan) dijadwalkan memberi kesaksian di kongres Amerika Serikat terkait skandal kebocoran data pengguna Facebook, hari Rabu (11/4/2018). THE NEW YORK TIMES/ PETE MAROVICHPendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg (kanan) dijadwalkan memberi kesaksian di kongres Amerika Serikat terkait skandal kebocoran data pengguna Facebook, hari Rabu (11/4/2018).

Di antara 87 juta data pengguna Facebok seluruh dunia yang bocor di tangan Cambridge Analytica, salah satunya merupakan miliki sang pendiri Facebook sendiri.

Namun ketika ditanya senator Anna Eschoo, Zuckerberg tak menambahkan informasi lain soal privasinya yang dicuri.

5. Perlindungan privasi bagi anak-anak

"Adakah alasan lain untuk kami tidak mendapatkan kebijakan tentang tidak ada lagi aktivitas berbagi data hingga umur 18 tahun?", tanya senator Joe Barton yang merujuk pada peningkatan kebijakan privasi di Messenger Kids, yang digunaan anak-anak dibawah 18 tahun.

Namun, agaknya Zuckerberg belum berniat untuk menambahkan amunisi untuk melindungi privasi pengguna anak-anak.

"Kenyataannya, anak-anak sering membagi opini mereka secara publik", imbuh Zuckerberg.

6. Facebook pendukung Trump

Perwakilan partai Republik menekan Zuckerberg untuk mengaktifkan kembali akun Facebook milik Lynette "Diamond" Hardaway dan Rochelle "Silk" Richardson, dua vlogger pendukung Trump, yang ditangguhkan Facebook.

Dua vlogger tersebut menuduh Facebook menghalang-halangi mereka untuk menyebarkan informasi. Zuckerberg pun berdalih jika penangguhan akun Facebook mereka karena terjadi error.

Baca juga : Mengintip Kertas Contekan Zuckerberg saat Dipanggil DPR AS

7. Mencegah penjualan opioid secara online

Beberapa senator mengatakan jika pengedar narkoba masuk ke celah-celah pengawasan Facebook untuk menjual opioid secara online, meskipun hal tersebut tak diizinkan oleh Facebook.

"Platform Anda masih digunakan untuk mengelabuhi hukum, dan mengizinkan orang-orang membeli obat-obatan adiktif dengan dosis tinggi tanpa resep", ujar senator David McKinley.

Atas hal tersebut, Zuckerberg mengatakan bahwa masih ada banyak area konten di Facebook yang butuh kebijakan lebih baik lagi.

Baca juga : Ini Ciri-ciri Akun Facebook yang Dicuri, 1 Juta Orang Indonesia Terdampak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.