Seperti Orang Indonesia, CEO Facebook Mengaku Ikut Jadi Korban Pencurian Data - Kompas.com

Seperti Orang Indonesia, CEO Facebook Mengaku Ikut Jadi Korban Pencurian Data

Kompas.com - 13/04/2018, 08:18 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.Brendan Smialowski / AFP CEO Facebook Mark Zuckerberg saat memberikan kesaksian di depan senat atas skandal kebocoran data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

KOMPAS.com - Skandal kebocoran data Facebook menyebabkan data pribadi dari 87 juta pengguna jejaring sosial tersebut bocor ke perusahaan pihak ketiga bernama Cambridge Analytica, yang kemudian menggunakannya untuk kepentingan politik. Terdapat 1 juta pengguna di Indonesia yang turut terdampak pencurian data ini.

Ternyata bukan hanya para pengguna Facebook yang menjadi korban kebocoran data. CEO sekaligus pendirinya, Mark Zuckerberg, pun ikut tertimpa kesialan serupa.

Setidaknya begitulah menurut pengakuan Zuckerberg dalam kesaksiannya di hadapan Komite Energi dan Perdagangan Kongres Amerika Serikat di GEdung Capitol Hill, Washington DC, Rabu (11/4/2018).

Ketika ditanya oleh Senator Anna Eshoo apakah data pribadi Zuckerberg dijual ke Cambridge Analytica, orang nomor satu di Facebook itu menjawab "Ya" tanpa membeberkan detil lebih jauh tentang jawabannya.

Kali itu merupakan kesaksian kedua Zuckerberg di hadapan kongres AS, terkait masalah keamanan data pengguna Facebook. Sehari sebelumnya, Selasa, Zuckerberg sudah memberikan kesaksian dan menjawab pertanyaan dari para wakil rakyat AS selama 5 jam.

Hari Rabu, senator Frank Pallone bertanya apakah Zuckerberg bersedia mengubah setting default Facebook untuk meminimalisir jumlah data yang diambil dari pengguna. Zuckerberg membalas dengan mengatakan hal tersebut adalah isu kompleks yang perlu jawaban lebih dari sekadar "ya" atau "tidak".

"Itu mengecewakan untuk saya," kata Pallone menanggapi jawaban Zuckerberg, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari NBC News.

1 juta pengguna Facebook Indonesia dicuri data pribadinya

Cambridge Analytica adalah firma konsultan poltik yang dipakai Donald Trump dalam kampanye Pilpres AS pada 2016 lalu. Cambridge Analytica memperoleh bocoran data pengguna Facebook dari aplikasi kuis yang beredar di jejaring sosial itu.

Keterangan Facebook menyebutkan bahwa jumlah pengguna yang datanya dibocorkan ke Cambridge Analytica diperkirakan mencapai 87 juta. Sebanyak 1 juta di antaranya merupakan pengguna Facebook di Indonesia.

Awal pekan ini, Facebook menyalurkan pemberitahuan untuk para pengguna yang menjadi korban pencuran data oleh Cambridge Analyhtica. Bentuknya berupa notifikasi dengan tombol "See How You're Affected" di atas newsfeed pengguna.

Tombol tersebut bisa ditekan untuk mendapatkan informasi selanjutnya. Apabila akun pengguna tidak dicuri datanya oleh Cambridge Analytica, akan ada tombol lain bernama "Go to Apps and Websites".

Tampilan notifikasi yang akan muncul berbeda untuk setiap pengguna. Untuk akun yang datanya dicuri, notifikasinya bisa dilihat dari gambar di bawah ini, di sisi kanan. Namun, jika akun aman dari Cambridge Analytica, tampilan notifikasinya akan muncul seperti pada gambar sebelah kiri.

Jika akun Facebook Anda dicuri Cambridge Analytica, maka tampilan notifikasi di newsfeed akan seperti pada gambar kanan. Namun jika akun aman, tampilan notifikasi akan serupa tampilan gambar kiri. Facebook Jika akun Facebook Anda dicuri Cambridge Analytica, maka tampilan notifikasi di newsfeed akan seperti pada gambar kanan. Namun jika akun aman, tampilan notifikasi akan serupa tampilan gambar kiri.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X