Kompas.com - 13/04/2018, 17:41 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Kasus kebocoran data pengguna ke Cambridge Analytica membuat Facebook pusing tujuh keliling. CEO Mark Zuckerberg bolak-balik dipanggil kongres AS. Masalah privasi pun belum selesai, karena masih ada pihak-pihak ketiga lain yang menyadap data, seperti CubeYou.

Sebab itulah, daripada kepayahan hanya berusaha sendiri, Facebook berinisiatif membuat sayembara, mengundang publik memburu para pembocor data pengguna. Program sayembara ini bertajuk "Data Abuse Bounty" dan diumumkan pekan ini.

Mekanismenya mirip dengan program "Bug Bounty" yang sudah berjalan. Bedanya, yang dijadikan obyek perburuan bukan celah keamanan (bug program), melainkan pihak-pihak yang dengan sengaja menyalahgunakan data pengguna Facebook.

Hadiah menggiurkan berupa uang pun disiapkan buat mereka yang berhasil memergoki pembocor data. Jumlahnya antara 500 dollar AS (Rp 6,9 juta) hingga mencapai 40.000 dollar AS (Rp 548 juta), tergantung tingkat keparahan kebocoran data yang ditemukan.

Baca juga: Deretan Pertanyaan Lucu untuk Zuckerberg saat Pengadilan Facebook

"(Program ini) Akan membantu kami menemukan penyalaghunaan data yang tidak terkait dengan celah keamanan, sekaligus memperlihatkan apabila ada kasus seperti Cambridge Analytica, sehingga kami bisa ketahui dan ambil tindakan," ujar Chief Security Officer Facebook, Alex Stamos, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNBC, Jumat (13/4/2018).

Program perburuan para pembocor data Facebook ini terbilang unik, karena baru pertama kali digelar. Beda halnya dengan bug bounty yang sudah lumrah dan jamak diadakan oleh perusahaan-perusahaan teknologi.

Ada sejumlah persyaratan untuk temuan pembocor data yang memenuhi kualifikasi, antara lain mesti melibatkan setidaknya 10.000 pengguna Facebook, dan keberadaannya belum diketahui oleh pengelola media sosial yang bersangkutan. Selengkapnya bisa dilihat dalam pengumuman Facebook di tautan berikut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.