Vendor Smartphone China Rajin Produksi, MediaTek Untung Besar - Kompas.com

Vendor Smartphone China Rajin Produksi, MediaTek Untung Besar

Kompas.com - 17/04/2018, 11:48 WIB
Ilustrasi chip MediaTekGSM Insider Ilustrasi chip MediaTek

KOMPAS.com - Pabrikan chipset mobile, MediaTek dilaporkan mengalami untung besar akibat kebajiran pesanan dari pabrikan ponsel China. Pendapatan vendor asal Taiwan tersebut meroket 58,2 persen pada Maret dari  Februari 2018.

MediaTek tercatat meraup pendapatan hingga Rp 9,4 triliun. Vendor smartphone China, seperti Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi yang menjadi deretan konsumen MediaTek, berkontribusi dalam peningkatan produksi chipset MediaTek.

Vendor-vendor tersebut meningkatkan pesanan chipset untuk produksi ponsel mereka menjelang perakitan dan perilisan model baru.

Merek-merek smartphone China tersebut memang menjadi raja di negeri sendiri, dengan dominasi pangsa pasar di negara mereka sebesar 70 persen. Ditambah ekspansi pasar luar negeri yang mereka lakukan, otomatis akan meningkatkan kebutuhan chipset untuk produksi smartphone mereka.

Meskipun, pada kuartal IV-2017 lalu, smartphone China menorehkan catatan buruknya untuk pertama kali dalam sembilan tahun, dengan penurunan 15,7 persen, seperti KompasTekno himpun dari Phone Arena, Selasa (17/4/2018).

Baca juga : Pertama Kalinya Dalam 9 Tahun, Pasar Smartphone China Menurun

Bahkan pada kuartal awal tahun 2018, lembaga riset informasi dan komunikasi China (China Academy of Information and Communications Technology), melaporkan jika pengapalan smartphone China masih megalami penurunan hingga 27 persen year-over-year dengan volume 81,87 juta handset.

Ditambah tekanan dari pemerintah Amerika Serikat yang melarang masyarakatnya memakai produk Huawei, cukup membuat gerak Huawei terbatas di pasar AS. Namun hal tersebut tak menyurutkan ambisi vendor Negeri Tirai Bambu untuk terus mendominasi smartphone global.

Beberapa strategi telah mereka siapkan untuk mendorong volume pengapalan produk mereka hingga akhir tahun ini. Mereka menargetkan negara berkembang dan juga memasaran produk "ramah kantong" dengan teknologi kecerdasan buatan.

Baca juga : Upaya 4 Vendor Ponsel China Kuasai Pasar Dunia


Komentar
Close Ads X