Facebook Tetap Tarik Data Pengguna yang "Log Out", Begini Cara Mengontrolnya - Kompas.com

Facebook Tetap Tarik Data Pengguna yang "Log Out", Begini Cara Mengontrolnya

Kompas.com - 17/04/2018, 19:14 WIB
Ilustrasi Facebook mobileFB Ilustrasi Facebook mobile

KOMPAS.com — Pekan lalu, Zuckerberg tak mengelak di hadapan wakil rakyat Amerika Serikat (AS) bahwa Facebook mengumpulkan data penggunanya ketika mereka log out (keluar) dari akun Facebook, bahkan jika mereka tidak punya akun Facebook.

Kala itu, bos Facebook, Mark Zuckerberg, belum menjelaskan secara detail perkara data apa saja yang ditimbun Facebook dari penggunanya.

Melalui Newsroom Facebook, Product Management Director Facebook David Baser membeberkan, aplikasi dan situs yang menggunakan layanan Facebook, seperti tombol "Like" atau Facebook Analytics, memberikan Facebook informasi tentang pengunjung situs dan pengguna aplikasi mereka guna membuat konten dan iklan mereka lebih baik.

Baser lantas memberikan contoh, ketika seseorang mengunjungi sebuah situs web, maka browser (peramban) seperti Chrome, Safari, atau Firefox mengirim permintaan tersebut ke server. Lalu, peramban akan membagikan IP address atau alamat komputer pengguna agar situs web tahu ke mana internet harus mengirim konten yang diminta.

Baca juga: DPR Khawatir Data Pengguna Facebook Indonesia Dipakai Konsultan Politik

Situs web tersebut juga akan mendapat informasi tentang peramban dan sistem operasi perangkat yang digunakan, seperti Android atau Windows, karena tidak semua peramban dan perangkat mendukung fitur yang sama.

Situs web juga akan mengirim cookies atau serangkaian informasi yang kemudian akan tersimpan di komputer pengguna untuk mengidentifikasi riwayat situs-situs web yang pernah dikunjungi sebelumnya.

Sebuah situs web biasanya mengirimkan dua hal ke peramban pengguna. Pertama, konten dari situs web tersebut, dan kedua adalah instruksi untuk peramban agar mengirimkan permintaan pengunjung situs web tadi ke perusahaan lain yang menyediakan konten atau layanan pada situs web, yang dalam hal ini termasuk Facebook.

"Jadi, ketika sebuah situs web menggunakan salah satu layanan kami, peramban Anda mengirim informasi yang sama ke Facebook, sebagaimana yang diperoleh situs web", tulis Baser seperti KompasTekno himpun dari Newsroom Facebook, Selasa (17/4/2018).

Dia menambahkan, Facebook juga memperoleh informasi tentang situs web mana atau aplikasi apa saja yang digunakan pengguna. Hal itu dibutuhkan untuk mengetahui kapan Facebook harus menyediakan layanannya ke situs tersebut.

Baca juga: 1 Juta Akun Facebook di Indonesia Bocor, Ini Link untuk Mengeceknya

Skenario berbagi informasi pengguna ke sebuah situs dan aplikasi, disebut Baser juga terjadi di hampir semua layanan situs.

"Misalnya, Anda ingin menonton video YouTube dari situs non-YouTube, ia (server) akan memberitahu peramban Anda untuk meminta video dari platform YouTube. Kemudian YouTube mengirimkannya ke Anda," ujarnya.

Baser mengatakan bahwa informasi yang diterima Facebook digunakan untuk meningkatkan konten dan iklan yang ditampilkan Facebook. Seperti jika pengguna mengunjungi situs web perjalanan, maka Facebook akan memberikan iklan terkait dengan hotel, atau penyewaan mobil.

Cara mengontrol iklan di Facebook

Baser pun memberikan beberapa cara dalam mengontrol penggunaan data pengguna Facebook untuk menyuguhkan iklan dan konten yang lebih relevan.

1. Menggunakan menu "Preferensi Kabar Berita"

Menu "Preferensi Kabar Berita" (News Feed Preferences) bisa digunakan untuk mengendalikan konten mana yang ingin ditampilkan lebih dulu dan konten mana yang ingin disembunyikan. Menu "Preferensi Kabar Berita" dapat ditemukan dengan mengklik ikon segitiga kecil di sebelah kanan menu "Bantuan".


2. Menggunakan menu "Ad preference"

Para pengiklan akan menampilkan iklan ke Facebook pengguna setelah mereka menemukan riwayat jika pengguna pernah mengunjungi situs dan aplikasi pengiklan. Pengguna bisa menghapus iklan-iklan yang tak diinginkan tersebut dengan mengaturnya melalui tautan berikut.

Komentar
Close Ads X