Facebook Hapus 120 Grup "Gelap" Beranggotakan Ratusan Ribu Orang

Kompas.com - 19/04/2018, 13:14 WIB

KOMPAS.com - Facebook dikabarkan telah menghapus sekitar 120 grup diskusi tertutup dengan total anggota lebih dari 300.000 pengguna.

Anggota grup tersebut terang-terangan mempromosikan aktivitas yang dianggap melanggar standar komunitas di platform Facebook.

Aktivitas yang dimaksud, seperti memberondong pesan spam (sampah), penipuan via internet, pengambilalihan akun, menjual informasi kartu kredit, alat pembuat botnet, atau "zombie-zombie internet", sejumlah 419 penipuan lainnya.

Daftar grup yang yang melanggar hukum Facebook, bisa dilihat dalam tautan berikut. Dari hasil penyisiran, hampir semua kelompok tersebut mengiklankan jasa atau layanan dari hasil kejahatan dunia maya mereka, seperti dirangkum KompasTekno dari laporan KrebsOnSecurity, Rabu (18/4/2018).

Tak tanggung-tanggung, mereka mencantumkan jenis layanan yang ditawarkan, seperti jasa pembuatan botnet, "DDoS" (distributed denial of service), atau "spamming" atau "carding" yang merujuk pada layanan penipuan kartu kredit.

Masing-masing grup tersebut meminta anggota barunya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang telah mereka tekuni.

Grup yang telah diblokir Facebook minggu lalu, paling banyak membuka jasa penjualan dan penggunaan kartu kredit dan debit hasil curian.

Paling banyak kedua, adalah grup yang memfasilitasi pengambilalihan akun, yang merupakan metode peretasan e-mail dan kata sandi untuk akun platform lain seperti Amazon, Google, Netflix, PayPal, dan sejumlah layanan perbankan online.

Rata-rata, grup tersebut telah berumur dua hingga empat tahunan di Facebook. Terungkap pula, sejumlah anggotanya telah sembilan tahun menekuni aktivitas gelap tersebut, dan sepuluh persennya sudah melayani kliennya di jejaring sosial selama lebih dari empat tahun.

"Kami menyelidiki kelompok-kelompok ini segera setelah kami mengetahui laporan tersebut, dan setelah kami mengonfirmasi bahwa mereka melanggar Comunity Standards kami, kami menonaktifkannya dan menghapus admin grup", jelas Direktur Komunikasi Facebook Pete Voss.

Baca juga : Instagram Tutup Layanan Bot untuk Like dan Comment Otomatis

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.