Indosat: Registrasi Prabayar Bikin Pendapatan Operator Turun

Kompas.com - 20/04/2018, 09:05 WIB
Seorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang pedagang terlihat sedang memilih SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK).

BANDAR LAMPUNG, Kompas.com - Program registrasi kartu SIM prabayar yang dicanangkan pemerintah sejak Oktober 2017 lalu sedikit banyak mengubah model bisnis operator seluler. Jika sebelumnya penjualan starter pack (kartu perdana sekaligus paket kuota) laris manis, maka ke depan tak bisa lagi berharap di sektor itu.

Pasalnya, untuk satu operator seluler, masyarakat hanya bisa mendaftarkan sendiri satu NIK dan nomor KK untuk tiga kartu perdana prabayar. Jika lebih dari itu, pengguna harus mendaftar ke gerai resmi, yang bisa jadi membuat mereka enggan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sejak awal memang mengatakan salah satu tujuan registrasi kartu SIM prabayar adalah mencegah adanya praktik “sekali beli kartu perdana langsung buang” di lapangan.

“Imbasnya (registrasi kartu SIM prabayar) pasti lumayan di industri. Yang menjalankan program ini dengan benar pasti kena imbas. Ada yang hilang, revenue turun,” kata Joy Wahjudi, CEO Indosat Ooredoo, Rabu (20/4/2018), di Bandar Lampung.

Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi, KOMPAS.com/Fatimah Kartini Bohang Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi,
“Kalau ada yang revenue-nya tidak turun, aneh juga. Itu jadi tanda tanya. Lihat saja nanti Q1 (kuartal I),” Joy menambahkan.

Baca juga: Nomor SIM yang Diregistrasi Pakai NIK dan KK Orang Lain Akan Diblokir

Joy Wahjudi belum bisa memastikan sesignifikan apa penurunan revenue yang bakal dialami Indosat Ooredoo. Yang jelas, pihaknya tengah mencari solusi untuk menggenjot pendapatan dari sektor lain.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami akan rancang model bisnis baru ke mitra. Nggak lagi dorong ke jualan starter pack, tetapi lebih ke voucher dan top-up pulsa,” ia menuturkan.

Selama ini, jualan starter pack laris manis karena kebiasaan masyarakat yang tak mau repot isi kuota. Komisi penjualannya untuk para mitra pun terbilang besar, yakni 10 persen.

“Kalau soal komisi kan sebenarnya tergantung kami, bisa diturunin untuk penjualan A dan digedein untuk penjualan B,” ia berujar.

Ia berharap perubahan model bisnis ini menjadi komitmen semua operator, sehingga tercipta sebuah kompetisi yang seimbang dan sehat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X