Sepekan Jelang 1 Mei, Asosiasi Minta Pelanggan Tak Tunda Registrasi Kartu Prabayar

Kompas.com - 24/04/2018, 06:54 WIB
Suasana registrasi prabayar di Grapari Telkomsel Gambir, Rabu (28/2/2018) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoSuasana registrasi prabayar di Grapari Telkomsel Gambir, Rabu (28/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mematok tenggat untuk registrasi kartu SIM prabayar hingga 30 April 2018 atau sekitar satu pekan dari sekarang. Per 1 Mei 2018, nomor-nomor yang belum terdaftar bakal diblokir sepenuhnya.

Karenanya, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) meminta masyarakat yang belum mendaftarkan kartu SIM prabayarnya untuk tak lagi menunda-nunda.

“ATSI tidak imbau lagi tetapi minta semua pelanggan yang belum mendaftar untuk segera mendaftarkan sebelum 30 April,” kata Ketua Umum ATSI, Merza Fachys, Senin (23/4/2018), di Kantor ATSI, Kuningan, Jakarta.

“Setelah itu tidak ada registrasi ulang melainkan registrasi kartu baru yang tata caranya seperti disosialisasikan sejak 31 Oktober,” ia menambahkan.

Registrasi kartu baru merujuk pada kartu SIM prabayar yang dibeli pasca periode registrasi berakhir. Mekanismenya serupa dengan registrasi ulang, yakni menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) sang pelanggan.

Baca juga : Cara Mengetahui Kartu Prabayar Sudah Berhasil Registrasi atau Belum

Diketahui, periode registrasi kartu SIM prabayar dimulai pada 31 Oktober hingga 28 Februari 2018. Lewat dari itu, pelanggan yang belum mendaftar dibatasi aksesnya ke layanan SMS dan telepon.

Selanjutnya, ada kesempatan dari 1 Maret hingga 30 April untuk melakukan registrasi kartu SIM prabayar. Jika masih saja lalai, maka akan dilakukan pemblokiran penuh.

“Sebenarnya setelah 30 April nomor yang telah diblokir masih bisa register agar blokirnya dicabut. Namun harus datang ke gerai resmi operator, tidak bisa lagi daftar sendiri,” Merza menjelaskan.

Hingga kini, berdasarkan hasil rekonsiliasi dan penghitungan terbaru, ada sekitar 328 juta kartu SIM prabayar yang berhasil terdaftar dan tervalidasi oleh database Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca juga : 1 NIK Dipakai Daftar 2,2 Juta Nomor Prabayar, Ini Tindakan Kominfo



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X