Pengguna Adobe Flash di Dunia Kurang dari 5 Persen

Kompas.com - 24/04/2018, 08:11 WIB
Adobe Flash Player istAdobe Flash Player
|

KOMPAS.com - Penggunaan Adobe Flash di internet kian menyusut. Bahkan saat ini tercatat hanya kurang dari 5 persen saja situs internet di seluruh dunia yang masih menggunakan layanan ini.

Angka ini terlihat dari hasil survei lembaga riset teknologi internet W3Techs yang mengatakan bahwa jumlah ini turun sangat drastis sejak tujuh tahun lalu.

Pada 2011 tercatat masih ada sekitar 28,5 persen situs internet yang masih menggunakan Adobe Flash. Meski angka ini terlihat kecil, perlu diingat bahwa perhitungan ini adalah berdasarkan jumlah situs di seluruh dunia, bukan sekadar situs-situs populer.

Menyusutnya angka penggunaan Adobe Flash ini diduga karena memang layanan ini sudah tidak relevan dengan perkembangan teknologi internet. Para pengembang lebih memilih menggunakan HTML5 dan CSS3 yang lebih memadai.

Hal ini senada dengan hasil statistik yang dikeluarkan Google pada Februari lalu. Direktur Teknik Google, Parisa Tabriz mengatakan sejak 2014 jumlah pengguna Chrome yang memuat halaman berisi konten Flash berkurang sangat drastis yakni dari 80 persen menjadi kurang dari 8 persen di tahun 2018 ini.

Dikutip KompasTekno dari The Inquirer, Selasa (24/4/2017) hal ini pun ditengarai karena adanya perubahan konfigurasi di mana Chrome dan browser lain yang beralih ke HTML5. Inilah yang kemudian "membunuh" Adobe Flash secara perlahan.

Baca juga : HTML5 Bunuh Flash dengan Dua Peluru

Versi Chrome saat ini sebenarnya sudah memblokir Flash secara default, tapi masih tetap menampilkan notifikasi untuk mengaktifkan plug-in tersebut untuk tiap situs yang dikunjungi.

Flash sendiri adalah platform multimedia dan software yang banyak dipakai untuk menampikan aneka konten di situs internet, mulai dari animasi hingga browser game.

Namun Flash kerap mendapat sorotan negatif karena seringkali menimbulkan celah keamanan walau berulang kali diperbarui.

Adobe sendiri sudah menyerah dan menganjurkan para pengembang untuk beralih menggunakan HTML5. Software yang pertama kali dirilis pada 1996 itu pun diramalkan akan benar-benar mati pada akhir 2020 mendatang.

Baca juga : Ramalan Steve Jobs soal Flash Jadi Kenyataan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X