YouTube Hapus 8 Juta Video, Sebanyak 6 Juta Belum Ditonton

Kompas.com - 25/04/2018, 08:50 WIB
Logo YouTube GoogleLogo YouTube
|

KOMPAS.com - Perusahaan berbagi video terbesar di dunia, YouTube diketahui telah menghapus sebanyak lebih dari 8 juta video pada Oktober hingga Desember tahun 2017 lalu. Sebanyak 15 persen di antaranya video berisi kebencian.

Informasi ini dikemukakan oleh Google dalam sebuah laporan. Perusahaan yang bernaung di bawah payung Alphabet ini mengatakan bahwa tindakan tersebut adalah cara bagaimana YouTube melindungi konsumennya.

"Pembaruan rutin ini akan membantu menunjukkan kemajuan yang kami buat dalam menghapus konten-konten yang melanggar aturan di platform kami," tulis YouTube sebagaimana dikutip KompasTekno dari blog resminya, Rabu (25/4/2018).

Berdasarkan laporan tersebut sebanyak 6,7 juta video di antaranya langsung dihapus tanpa pernah ditonton oleh publik sekalipun. Ke semua video dilaporkan bermasalah oleh mesin pemindai Google.

Google memang menggunakan mesin dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendeteksi video yang melanggar aturan.

Berdasarkan rincian, sebanyak 30 persen video yang dihapus karena terindikasi pornografi. Kemudian 26,4 persen adalah video yang menyesatkan, 15,6 persen berisi ujaran kebencian dan kekerasan, 7,6 persen adalah video dengan aksi berbahaya, 5,2 persen berisi kekerasan pada anak, dan 1,6 persen sisanya terkait terorisme.

Baca juga : Despacito, Video Terpopuler di YouTube Mendadak Dihapus

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

YouTube tercatat kini memiliki lebih dari satu miliar penonton dan satu miliar jam video ditonton setiap harinya. Di atas kertas dengan jumlah ini tentu YouTube akan sulit mengawasi konten-konten yang beredar setiap harinya.

Namun pada akhir tahun lalu, Google telah berjanji untuk mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan untuk fokus pada pemeriksaan konten-konten yang melanggar aturan.

YouTube sendiri saat ini telah menjadi penyumbang laba yang cukup besar bagi Alphabet. Bahkan dalam tiga bulan pertama di tahun 2018 ini laba yang dihasilkan sudah mencapai 9,4 miliar dollar AS. Ini merupakan peningkatan pesat dari tahun lalu yang mendulang laba 5,4 miliar dollar AS.

Kendati demikian, YouTube seringkali dianggap lalai terkait pengawasan konten. Banyak pihak yang menduga YouTube tidak serius melindungi pengguna dari video-video yang tak layak. Bahkan tak jarang yang mengatakan bahwa video-video di YouTube berpotensi melahirkan tindakan-tindakan kriminal.

Baca juga : Ini Video Pertama yang Diunggah ke YouTube, Tepat 13 Tahun Lalu



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X