Kompas.com - 25/04/2018, 13:09 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah selebgraminfluencer, toko online, atau media online yang kita ikuti di Instagram, kerap menampilkan opsi "swipe-up" (geser ke atas) di bagian bawah layar.

Fitur "swipe-up" di Instagram Story memungkinkan pengguna untuk menuju ke sebuah laman web yang disematkan pemilik akun. Dengan begitu, traffic atau kunjungan ke situs web tersebut akan terdongkrak.

Untuk sementara, fitur ini hanya tersedia untuk akun Instagram yang terverifikasi (dengan lencana biru), atau akun Instagram untuk bisnis yang memiliki pengikut lebih dari 10.000 akun.

Selebgram, influencer, atau pun penerbit berita, telah memanfaatkan fitur ini untuk memudahkan follower (pengikut) mereka menuju ke laman situs web mereka, atau yang mereka iklankan.

Baca juga : Foto Instagram Stories Kini Bisa Diberi Efek Bokeh

Menurut Adam Wescott, mitra sekaligus co-founder Select Management Group, sebuah firma manajemen pencari bakat yang kerap bekerja sama dengan para influencer, mengatakan bahwa lebih dari 50 persen penjualan berawal dari Instagram Stories.

Inilah yang menjadi daya tarik bagi para influencer dan media, menilai Instagram Stories lebih efisien dibanding membagikan artikel di Facebook.

Salah satunya adalah First Media, salah satu penerbit yang menargetkan wanita milenial. Mereka memanfaatkan fitur tautan Instagram Story untuk menarik lebih banyak orang-orang untuk berlangganan ke newsletter platform mereka lainnya, termasuk So Yummy yang kerap membagikan resep makanan berupa video.

Baca juga : Instagram Stories Punya Mode Ketik, Bisa Ubah-ubah Huruf Teks

Menurut Yuval Rechter, Head of Digital First Media, tautan tersebut rata-rata berhasil menggaet 2,3 persen dan menghasilkan sekitar 10 hingga 15 persen pelanggan newsletter mereka.

"Ketika Anda melihat (Instagram) Story So Yummy, Anda biasanya melakukannya (membuka tautan Instagram Story) setiap hari. Jadi, Anda akan lebih terhubung dengan merek (So Yummy)", jelas Rechter seperti dirangkum KompasTekno dari Digi Day, Rabu (25/4/2018).

Setali tiga uang dengan First Media, majalah ternama National Geographic pun melakukan cara pemasaran yang sama. Mereka sadar betul jika media sosial menjadi alat yang cukup manjur untuk menarik pelanggan saat ini.

Instagram menjadi salah satu wadah untuk menarik 87 juta follower akun National Geographic untuk mengunjungi situs web mereka. Editor fotografer senior National Geographic, Vaughn Wallace, mengatakan jika mereka menggunakan tautan Instagram Story sebagai portal menuju semua situs web kanal majalah mereka.

Fitur tautan di Instagram Story atau swipe-up di akun Selebgram Brooklyn and Bailey McKnight dan National Geographic.Instagram Fitur tautan di Instagram Story atau swipe-up di akun Selebgram Brooklyn and Bailey McKnight dan National Geographic.

Termasuk kampanye bersama National Audubon Society untuk meningkatkan kesadaran akan pelestarian burung.

Dalam tautan yang mereka cantumkan ke Instagram Stories, mereka mengajak para pengikut mereka untuk berlangganan "Year of the Bird", dengan mendaftar melalui e-mail.

Baca juga : Bikin Instagram Stories Kini Tak Perlu Pakai Aplikasi

Setelah mendaftar, mereka juga akan menerima informasi terbaru seputar fauna burung dari National Geographic. Namun, Wallace mengaku jika National Geographic tidak pernah meminta pengikutnya untuk berlangganan ke majalah cetak mereka melalui Instagram Stories.

Meski begitu, Wallace mengamati terjadi penyusutan follower yang melakukan swipe-up. Wallace menduga, pola menarik klik dari swipe-up terlalu sering digunakan untuk memajang iklan, bukan informasi. Akibatnya, pengguna pikir-pikir untuk membuka tautan yang berasal dari fitur itu.

"Hal itu (banyaknya Instagram Stories dengan tautan) membuat para pengguna untuk melewatkan saja apapun yang meminta mereka untuk swipe-up", ujar Wallace.

Terlebih, jika fitur tersebut terlalu sering dipakai, konten berisi informasi menjadi mirip dengan iklan. Itu sebabnya, media lain seperti Quartz, melakukan pendekatan berbeda.

Salah satu target penerbit ini di tahun 2018, menurut Direktur Editorial Quartz, Sari Zeidler, adalah mendongkrak jumlah follower di Instagram.

Membuat konten Instagram Stories yang lebih atraktif pun bakal dilakoni Quartz. Ke depannya, konten Instagram Stories Quartz lakan ebih banyak menyampaikan informasi, dibanding meminta pengguna berlangganan ke newsletter terus menerus menggunakan fitur swipe-up.

Baca juga : Begini Cara Pasang GIF di Instagram Stories

Fitur swipe-up tentu punya banyak sisi positif, namun para influencer dan media, tentu perlu menganalisis alasan turunnya jumlah follower yang mengklik tautan di Stories. Alasannya, bisa jadi karena bosan untuk swipe-up, atau malah tidak mengetahui adanya tautan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Digi Day
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.