Mengapa Nova 2 Lite Pakai Snapdragon 430, Bukan Huawei Kirin?

Kompas.com - 25/04/2018, 16:14 WIB
Pengunjung melintas di depan stan perusahaan teknologi asal China, Huawei, pada hari pertama ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (27/2/2017). AFP PHOTO / LLUIS GENEPengunjung melintas di depan stan perusahaan teknologi asal China, Huawei, pada hari pertama ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (27/2/2017).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Huawei sejatinya punya chipset besutan sendiri yakni Kirin untuk produk ponselnya. Namun Huawei malah memilih Snapdragon 430 sebagai otak dari smartphone Nova 2 Lite.

Tentu saja ini mengundang pertanyaan. Pasalnya selama ini ponsel Huawei kebanyakan mengandalkan prosesor Kirin untuk sektor dapur pacu. Bahkan untuk seri sebelumnya yakni Nova 2i yang diperkenalkan akhir tahun 2017 lalu, Huawei masih menyematkan Kirin 659.

Lantas mengapa vendor ponsel asal Negeri Tirai Bambu ini memilih menggunakan chipset besutan Qualcomm untuk seri Nova 2 Lite?

Menurut Deputy Country Director Huawei Indonesia Consumer Business Group, Lo Khing Sheng, keputusan ini karena seri Nova 2 Lite memiliki segmen serta target pasar yang berbeda dengan pendahulunya.

Nova 2 Lite lebih menargetkan serta menyasar pasar menengah ke bawah sehingga chipset Snapdragon 430 dirasa sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.

"Nova 2 Lite ini levelnya ditempatkan di middle atau bahkan entry middle. Dengan Snapdragon 430 ini sudah cukup mumpuni dan bisa memenuhi kebutuhan milenial," ungkap Lo Khing dalam acara peluncuran Huawei Nova 2 Lite, Rabu (25/4/2018).

Baca juga : Smartphone Huawei Nova 2 Lite Resmi Masuk Indonesia

Kemudian ia menambahkan bahwa chipset Kirin cenderung digunakan untuk ponsel besutan Huawei yang menargetkan pasar kelas atas. Karena target pasar dari Nova 2 Lite ini adalah "kids zaman now" maka Snapdragon 430 ini dianggap lebih cocok untuk masuk dalam rentang harga yang sesuai.

"Kaum milenial jadi bisa memilih kualitas sesuai budget. Untuk yang high-end bisa pilih seri Nova 2i yang menggunakan Kirin," kata lanjutnya.

Kendati ponsel dengan embel-embel "lite" ini dijual lebih murah dari seri sebelumnya dan menargetkan kelas menengah ke bawah, Huawei menyatakan belum memiliki strategi promosi harga seperti vendor ponsel lain.

Untuk menggaet lebih banyak konsumen, Huawei lebih memilih untuk memberikan hadiah-hadiah tambahan pada para pembeli.

"Kami sadar Huawei di pasar Indonesia belum menjadi preferred brand. Tapi kami confidence. Strategi kami bukan dengan cara jual murah, tapi dengan memberi hadiah. Kami ingin mengajak konsumen mencoba produk-produk Huawei," ungkap Lo Khing.

Dengan target konsumen ini Huawei optimistis bisa memperlebar pangsa pasar smartphone-nya di Indonesia. Bahkan dengan berani, Huawei menargetkan untuk masuk tiga besar pangsa pasar terbanyak di Indonesia hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. (Baca juga : 5 Vendor Smartphone Terbesar di Indonesia)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X