Awal 2018, Penjualan Smartphone di China Terjun Bebas

Kompas.com - 27/04/2018, 14:18 WIB

KOMPAS.com - Penjualan smartphone di China untuk pertama kalinya mengalami penurunan signifikan sejak 2013. Pada kuartal pertama (Q1) 2018, hanya 91 juta unit smartphone yang terjual di Negeri Tirai Bambu.

Sebelumnya, pertumbuhan industri smartphone China memang terbilang fluktuatif. Namun, ada patokan 100 juta unit yang selalu ditembus pada kuartal yang sudah-sudah.

Baru kali ini performanya anjlok hingga 21 persen dari tahun ke tahun. Setidaknya begitu menurut laporan teranyar dari firma analis Canalys.

Dari 10 vendor smartphone teratas di China, 8 di antaranya mengalami penurunan penjualan. Meizu dan Samsung tercatat sebagai vendor yang performanya paling ciut, dengan penurunan penjualan lebih dari 50 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Baca juga: Upaya 4 Vendor Ponsel China Kuasai Pasar Dunia

Huawei digabung dengan Honor masih merajai pasar China dengan kenaikan penjualan 2 persen dari tahun ke tahun. Pangsa pasarnya 24 persen dengan total penjualan 21 juta unit smartphone sepanjang kuartal I 2018.

Penjualan smartphone China terjun bebas di kuartal pertama 2018.Canalys Penjualan smartphone China terjun bebas di kuartal pertama 2018.

Oppo dan Vivo berada di posisi kedua dan ketiga. Masing-masing mengalami penurunan penjualan sekitar 10 persen dengan pangsa pasar 18 persen dan 15 persen.

Xiaomi geser Apple

Di tengah pasar yang lesu, Xiaomi masih bisa unjuk gigi. Pabrikan tersebut menyalip Apple dan menempati peringkat keempat. Pertumbuhan penjualannya paling tinggi, yakni mencapai 37 persen dari tahun ke tahun.

“Xiaomi adalah satu-satunya vendor ‘top 5’ yang fokus pada smartphone dengan rentang harga 160 dollar AS (Rp 2 jutaan). 90 persen dari penjualannya berasal dari seri murah Redmi,” kata analis Hattie He.

Sejak pertengahan 2017, performa industri smartphone China memang lesu, meski angka penjualannya tak pernah di bawah 100 juta. Menurut analis, Mo Jia, hal ini dikarenakan pasar mengalami kejenuhan menyusul kurangnya inovasi dari vendor smartphone.

“Tingkat persaingan yang ketat memaksa para vendor meniru portofolio dan strategi pemasaran vendor lain,” kata dia.

“Biaya pemasaran dan manajemen distribusi di China sangat besar. Hanya vendor yang mencapai level tertentu yang mampu mengatasinya,” ia menambahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Canalys
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.