Kompas.com - 01/05/2018, 09:04 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia sempat mengancam akan memblokir Facebook jika data tambahan yang diminta tak diserahkan hingga 26 April. Kini tenggat tersebut sudah terlewati, dan Facebook masih bisa diakses dari Tanah Air.

Menurut Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, Facebook masih harus menghadapi proses audit yang dilakukan pemerintah Inggris. Sampai audit ini selesai, pemerintah Indonesia belum bisa mengambil tindakan.

"Kami sampai sekarang masih memantau hasil audit mereka, hasil investigasi dari Inggris sampai mereka bisa membuka file-file ini," kata Semuel di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (30/4/2018).

"Sekarang baru bisa dilakukan di Inggris karena kejadiannya di Inggris. Amerika saja belum bisa. Kita lagi memantau itu," imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Kirim 4 Permintaan ke Facebook, Jatuh Tempo 26 April

Semuel menambahkan, pemerintah Indonesia harus menghormati proses hukum ini. Sehingga belum ada yang bisa dilakukan sampai proses audit itu selesai. Bahkan pemerintah pun tak bisa memberi batas waktu tertentu agar audit ini segera diselesaikan karena yang berwenang dalam hal ini adalah pemerintah Inggris bukan Facebook.

"Facebook juga tidak bisa menjanjikan kapan hasil audit ini selesai, karena mereka juga menunggu pemerintah Inggris. Mereka bilang tidak tahu kapan. Inggris pun belum membuka hasil auditnya pada publik," lanjut Samuel.

Sudah penuhi permintaan Kominfo

Kendati demikian beberapa waktu lalu pemerintah sempat melayangkan surat permintaan data tambahan pada Facebook yang tenggat waktunya sampai 26 April. Menurut pria yang akrab disapa Semmy itu, Facebook sudah memenuhi permintaan tersebut dan Kominfo cukup puas dengan balasan Facebook.

"Tapi kalau yang kami minta semuanya itu sudah dikasih, bahwa mereka tidak lagi mengaktifkan aplikasi-aplikasi sejenis. Malah mereka juga sudah membatasi aplikasi pihak ketiga dalam menggunakan data personal. Aplikasi yang lebih dari tiga bulan tidak digunakan oleh pengguna, dinon-aktifkan dan tidak bisa lagi gali akses ke data-data pribadi," ungkap Semmy.

Kemudian Semmy menambahkan jika proses audit oleh pemerintah Inggris selesai, barulah Kominfo bisa melakukan audit untuk data-data pengguna di Indonesia yang ikut bocor dalam skandal. Kominfo akan melihat ada fenomena apa di balik bocornya data-data itu.

Jika memang terbukti ada kesengajaan terkait kebocoran data, Kominfo akan mengambil tindakan tegas yang bisa saja berakhir pada pemblokiran.

"Kami harus lihat ada fenomena apa sih di sana, ada gak kesengajaan dari Facebook? Kalau terbukti ada ya bisa kita tutup. Tanpa melihat hasil auditnya kita ga berani gegabah," pungkas Semmy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Kurban Online Lewat KitaBisa dengan Mudah

Cara Kurban Online Lewat KitaBisa dengan Mudah

e-Business
Laptop Asus TUF Gaming A15 Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 17 Jutaan

Laptop Asus TUF Gaming A15 Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 17 Jutaan

Gadget
Hampir Separuh Pengguna Twitter di Dunia Follow Akun Elon Musk

Hampir Separuh Pengguna Twitter di Dunia Follow Akun Elon Musk

Internet
Link dan Cara Bikin Spotify Iceberg yang Ramai Dibagikan di Twitter

Link dan Cara Bikin Spotify Iceberg yang Ramai Dibagikan di Twitter

Internet
Bocoran Tanggal Rilis Snapdragon 8 Gen 2, Lebih Awal dari Biasanya

Bocoran Tanggal Rilis Snapdragon 8 Gen 2, Lebih Awal dari Biasanya

Gadget
Ancaman Cap Ilegal untuk Google, Twitter, Meta dkk di Indonesia...

Ancaman Cap Ilegal untuk Google, Twitter, Meta dkk di Indonesia...

Internet
Cara Daftar Penjual Resmi Minyak Goreng Rp 14.000 via Simirah 2.0

Cara Daftar Penjual Resmi Minyak Goreng Rp 14.000 via Simirah 2.0

e-Business
Google Hangouts Pensiun November 2022, Pengguna Diajak Pindah ke Aplikasi Chat

Google Hangouts Pensiun November 2022, Pengguna Diajak Pindah ke Aplikasi Chat

Software
Daftar PSE yang Sudah Mendaftarkan Diri ke Kominfo

Daftar PSE yang Sudah Mendaftarkan Diri ke Kominfo

e-Business
Layanan Tri Bermasalah, Kuota Masih Ada tapi Tidak Bisa Internetan

Layanan Tri Bermasalah, Kuota Masih Ada tapi Tidak Bisa Internetan

Internet
Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

e-Business
Laptop Lenovo Yoga Slim 9i dan Slim 7i Siap Masuk Indonesia, Ini Harganya

Laptop Lenovo Yoga Slim 9i dan Slim 7i Siap Masuk Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Cara Mengganti Sampul pada Video Instagram dengan Mudah

Cara Mengganti Sampul pada Video Instagram dengan Mudah

Software
Saat  Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

Saat Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

e-Business
Begini Tampilan Game Lawas 'GTA III' jika Digarap dengan Unreal Engine 5

Begini Tampilan Game Lawas "GTA III" jika Digarap dengan Unreal Engine 5

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.