Pesan Perpisahan Zuckerberg untuk Pendiri WhatsApp

Kompas.com - 01/05/2018, 11:19 WIB
Pendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum tech2ipo.comPendiri dan CEO WhatsApp, Jan Koum
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - CEO sekaligus pendiri WhatsApp, Jan Koum menyatakan mundur dari Facebook, raksasa jejaring sosial yang membeli WhatsApp pada tahun 2014 senilai 19 miliar dollar AS.

“Sudah hampir satu dekade sejak Brian (Acton) dan saya memulai WhatsApp. Ini adalah perjalanan luar biasa dengan orang-orang terbaik. Namun sekarang saatnya bagi saya untuk move on,” tulis Koum dalam sebuah posting di akun Facebook miliknya.

Unggahan pesan dari Koum tersebut segera mendapat tanggapan dari Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Facebook selaku perusahaan induk WhatsApp.

Dalam pesan perpisahannya untuk Koum, Zuckerberg berjanji bakal menjaga prinsip privasi pengguna yang dilindungi oleh WhatsApp lewat enkripsi.

Baca juga: Pendiri Sekaligus CEO WhatsApp Jan Koum Mundur

“Saya berterima akasih atas semua yang Anda lalukan untuk menghubungkan dunia dan semua yang Anda ajarkan kepada saya, termasuk soal enkripsi dan kemampuannya untuk mengalihkan kekuasaan dari sistem tersentralisasi kembali ke tangan rakyat,” tulis Zuckerberg.

Konflik privasi?

Ironisnya, justru persoalan privasi itulah yang disinyalir menjadi penyebab hengkangnya Koum dari Facebook.

Keterangan sumber yang dirangkum KompasTekno dari The Guardian, Selasa (1/5/2018) menyebutkan bahwa Facebook berniat mengurangi enkripsi end-to-end WhatsApp supaya lebih memudahkan implementasi tool bisnis untuk WhatsApp Business.

Padahal, enkripsi ini berperan penting melindungi percakapan pengguna WhatsApp agar tidak bisa diintip oleh siapa pun, bahkan pihak Facebook dan WhastApp sendiri.

Baca juga: Ingkar Janji WhatsApp soal Iklan dan Facebook

WhatsApp Business adalah salah satu upaya yang dilancarkan oleh WhatsApp untuk memperoleh pendapatan, lantaran perusahaan ini tak mau menayangkan iklan, dan telah berhenti menarik biaya langganan sejak beberapa tahun lalu.

Sebelumnya, Facebook juga membuat WhatsApp menyerahkan nomor-nomor telepon pengguna untuk keperluan targeting iklan.

Konflik soal privasi pengguna antara WhatsApp dan Facebook ini disinyalir menjadi alasan di balik hengkangnya Koum, menyusul rekannya sesama pendiri WhatsApp, Brian Acton, yang lebih dulu hengkang tahun lalu.

Baca juga: Pendiri WhatsApp Ajak Netizen untuk Hapus Facebook

Acton kini justru berbalik menentang Facebook dengan terang-terangan mendukung gerakan #DeleteFacebook.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X