Kompas.com - 02/05/2018, 19:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Situs blog berbasis jurnalisme warga, Medium, sempat tak bisa diakses melalui beberapa penyedia layanan internet (ISP) pada Selasa (1/5/2018) kemarin. Netizen pun beramai-ramai mengeluh dan mempertanyakan hal ini di media sosial.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Noor Iza, membenarkan bahwa domain medium.com sempat masuk dalam daftar pemblokiran situs. Akan tetapi, ia tak membeberkan alasan yang spesifik ihwal pemblokiran tersebut.

Baru hari ini, Rabu (2/5/2018), Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, akhirnya memberikan penjelasan.

Menurut dia, pemblokiran itu bukan berasal dari aduan masyarakat, melainkan hasil deteksi mesin crawling AIS milik Kominfo. (Baca juga : 3 Januari, Kominfo Hidupkan Mesin Pengais Konten Negatif)

Domain Medium.com sempat tercantum dalam daftar situs yang diblokir dalam database TRUST Positif.KOMPAS.com/ REZA WAHYUDI Domain Medium.com sempat tercantum dalam daftar situs yang diblokir dalam database TRUST Positif.

Adapun temuan AIS tersebut menunjukkan domain medium.com memuat konten judi dan pornografi yang tak sesuai dengan aturan di Indonesia.

Selanjutnya, Kominfo meminta tim Trust+ Positif menelusuri lebih lanjut dengan mekanisme sampling

"Hasilnya, lebih dari 117 konten pornografi yang sangat jelas menampakkan konten pornografi, dan 174 konten dan link judi," kata Semuel dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Rabu petang.

Berdasarkan temuan tersebut, tim Trust+ Positif memblokir situs medium.com pada Senin (30/1/2018) lalu. Bersamaan dengan itu, Kominfo juga menghubungi pengelola medium.com.

"Pengelola medium.com segera memberikan tanggapan dan akan menindaklanjuti permintaan dari Kominfo," ujarnya. 

"Kemudian per 1 Mei 2018 malam, tim Trust+ Positif melakukan normalisasi situs medium.com," ia menambahkan. 

Lebih lanjut, dirjen yang kerap disapa "Semmy" menjelaskan bahwa aturan di Medium tidak melarang konten perjudian.

Karena itu, Kominfo akan mengirim surat resmi meminta dilakukannya "geo blocking" agar konten-konten judi tersebut tidak bisa muncul jika diakses di Tanah Air.

Semmy juga mengatakan bahwa komunikasi antara tim Trust+ Positif Kominfo dengan pengelola layanan Medium terus berjalan untuk langkah-langkah lebih lanjut.

Baca juga : Sempat Tak Bisa Diakses, Medium Diblokir Kominfo?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.