Kompas.com - 07/05/2018, 14:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Facebook belum juga menyerahkan hasil audit terkait pencurian satu juta data pribadi pengguna Indonesia oleh pihak ketiga. Padahal, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memberikan tenggat hingga 26 April 2018 lalu.

Komisi 1 DPR RI juga memasang tenggat sendiri untuk hasil audit tersebut, yakni hingga pertengahan Mei nanti. Lantas, seperti apa dalih Facebook?

"Saya tidak tahu deadline satu bulan itu datang dari mana. Tetapi hasil audit ini butuh waktu. Kami harus melakukannya secara proper," kata Vice President and Public Policy Facebook, Simon Milner, Senin (7/4/2018), di Gedung Kominfo Medan Merdeka, Jakarta.

"Spesifik terkait Cambridge Analytica, kami harus menunggu investigasi yang dilakukan otoritas Inggris hingga selesai terlebih dahulu," ia menambahkan.

Cambridge Analytica (CA) merupakan firma analis yang menyalahgunakan data pribadi pengguna Facebook global. Ia adalah konsultan politik untuk kampanye pemenangan Donald Trump pada Pilpres AS 2016.

Terkait penjelasan tersebut, Rudiantara meminta agar Facebook tak hanya menunggu proses otoritas Inggris. Ia mendesak Facebook secara paralel melakukan investigasi ke aplikasi-aplikasi pihak ketiga lainnya.

"Saya bilang di rapat tadi, jangan cuma menunggu otoritas Inggris. Harus secara paralel selidiki aplikasi lainnya, kan kita tidak tahu selain CA ini apa lagi," kata Rudiantara pada kesempatan yang sama.

Baca juga : Facebook Diblokir atau Tidak di Indonesia Tergantung Inggris

Hal tersebut diiyakan pihak Facebook. Simon Milner sesumbar akan terus menyelidiki aplikasi pihak ketiga lain yang berpotensi membahayakan data pengguna. Ia juga mengatakan bakal terus meningkatkan keamanan layanannya.

Diketahui, ini adalah kali pertama pemerintah bertatap muka dengan pihak Facebook secara resmi membahas kasus pencurian data. Sebelumnya, komunikasi dilakukan via telepon dan surat-menyurat.

Baca juga: 1 Juta Akun Facebook di Indonesia Bocor, Ini Link untuk Mengeceknya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.