4 Teknologi Google yang Gagal - Kompas.com

4 Teknologi Google yang Gagal

Kompas.com - 11/05/2018, 20:31 WIB
Cetakan-cetakan batik cap aneka pola menghiasi logo Google di kantornya di Indonesia Oik Yusuf/Kompas.com Cetakan-cetakan batik cap aneka pola menghiasi logo Google di kantornya di Indonesia

KOMPAS.com - Google adalah raksasa teknologi yang selalu memperkenalkan teknologi-teknologi baru setiap tahunnya. Tak sedikit dari inovasi Google yang membantu manusia dalam aktivitasnya.

Namun pada kenyataannya, tak semua inovasi itu berhasil. Ada beberapa teknologi yang pernah dijanjikan akan hadir tapi gagal diwujudkan. Ada juga yang benar-benar hadir tapi tak sesuai harapan.

Nah, dilansir KompasTekno dari MobileSyrup, Jumat (11/5/2018), berikut ini adalah beberapa teknologi yang pernah dijanjikan oleh Google namun dianggap gagal dan tak sesuai ekspektasi.

AI yang bisa menghapus objek foto

Pada 2017 lalu, dalam perhelatan tahunan I/O, Google memperkenalkan sebuah kecerdasan buatan yang bisa secara ajaib menghapus sebuah objek dalam foto.

Ketika itu perusahaan yang bermarkas di Mountain View, AS ini memamerkan sebuah foto seorang anak bermain bisbol yang terhalang oleh sebuah pagar. Teknologi kecerdasan buatan alias AI tersebut kemudian dapat menghapus objek pagar yang ada di latar depan si anak.

Namun sampai saat ini, fitur ini belum dirilis oleh Google dan tidak jelas perkembangannya.

Google Allo

Masih ingat Allo? Aplikasi chatting ini diperkenalkan pada Google I/O 2016 dan boleh dibilang cukup menghebohkan. Pasalnya Google saat itu menjanjikan fitur-fitur yang menarik pada aplikasi ini dan bahkan digadang-gadang menjadi layaknya iMessage dari Android.

Antarmuka Google Allo.Google Antarmuka Google Allo.
Google memang telah merilis aplikasi ini. Namun setelah diluncurkan, Allo ternyata mengundang banyak kritikan. Aplikasi ini tak sesuai harapan dan tak seperti yang dijanjikan Google di awal.

Bahkan Allo tidak membawa fitur-fitur yang dianggap penting, seperti dukungan SMS.

Google pun baru-baru ini memutuskan untuk menunda proyek Allo tersebut dan mengaku lebih fokus pada pengembangan aplikasi messaging baru.

Baca juga: Chat, Aplikasi Kirim Pesan Google Pengganti SMS Pesaing iMessage

Doze

Doze adalah sebuah fitur penghemat baterai yang hadir pertama kali pada Android M. Fitur ini diperkenalkan pada perhelatan Google I/O 2015 lalu.

Doze boleh dibilang sebuah mode yang berguna untuk memperkecil konsumsi daya baterai saat ponsel dalam kondisi standby. Namun, fitur ini juga mengundang banyak kritikan di dunia maya.

Pasalnya, pengguna merasa tak ada perubahan sama sekali baik saat mode tersebut diaktifkan maupun dimatikan. Baterai tetap terkuras meski ponsel dalam keadaan standby.

Doze dianggap sebagai fitur penghemat baterai yang gagal. Bahkan tahun ini, Google sepertinya bakal menarik fitur tersebut dan menggantinya dengan mode Adaptive Battery yang diklaim bakal lebih efisien.

Google Now on Tap

Sama seperti Doze, Google Now on Tap juga pertama kali hadir pada Android M yang diperkenalkan 2015 lalu. Fitur ini mampu memindai layar ponsel pengguna kemudian menampilkan informasi terkait apa yang tengah ditampilkan oleh layar tersebut.

Baca juga: Begini Cara Android P Menghemat Baterai

Fitur ini sempat digadang-gadang bakal memudahkan pengguna dalam mencari informasi. Namun pada kenyataannya, Google Now on Tap dianggap tidak begitu berguna.

Sejumlah pengguna lebih memilih mencari informasi secara manual lewat mesin pencari Google ketimbang menggunakan fitur ini.


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X