Belum Registrasi, 50 Juta Pelanggan Prabayar Telkomsel Diblokir - Kompas.com

Belum Registrasi, 50 Juta Pelanggan Prabayar Telkomsel Diblokir

Kompas.com - 12/05/2018, 11:46 WIB
Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, ketika berbicara dalam acara media gathering di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (11/5/2018).
KOMPAS.com/ REZA WAHYUDI Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, ketika berbicara dalam acara media gathering di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (11/5/2018).

LOMBOK, KOMPAS.com - Penerapan blokir total untuk kartu SIM prabayar yang tidak melakukan registrasi ulang hingga 30 April 2018 telah diberlakukan. Salah satunya dirasakan pengguna layanan operator seluler Telkomsel.

Telkomsel menyatakan sedikitnya 50 juta kartu SIM prabayar milik pengguna mereka telah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika per 1 Mei 2018 lalu.

"Ada 50 juta lebih diblokir karena tidak daftar ulang. Meski sudah diblokir, 50 juta itu ada yang kemudian mendaftar," ujar Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, dalam acara media gathering di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (11/5/2018).

Dari 50 juta nomor yang terblokir tersebut, diklaim Ririek, sebanyak ratusan ribu hingga satu juta kartu diregistrasi setiap harinya. Pengguna yang kartu prabayarnya terblokir tersebut mendaftar dengan cara mendatangi outlet Telkomsel terdekat.

Baca juga: 1 Mei Belum Registrasi Kartu Prabayar, Harus Bagaimana?

Kartu prabayar yang terblokir memang tidak bisa melakukan komunikasi apapun, termasuk SMS, telepon, dan internet. Jalan satu-satunya untuk registrasi ulang adalah dengan mendatangi outlet atau Grapari Telkomsel.

Diberi bonus tak mau, diblokir baru bergerak

Angka 50 juta kartu yang terblokir ini bukanlah jumlah yang kecil. Meski demikian, menurut Ririek, Telkomsel sudah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pengguna melakukan registrasi.

"Telkomsel sudah full effort, sampai membuat tim khusus registrasi. Hadiah bonus kuota 10 gigabyte pun ditawarkan bagi pengguna yang melakukan registrasi," kata Ririek.

Ririek mengungkapkan, bonus kuota internet tersebut ternyata tak menarik pengguna untuk mau melakukan registrasi. Mereka baru tergerak untuk mendaftar setelah kartunya benar-benar diblokir.

"Yang bikin mereka daftar ya diblok. Setelah tiga hari diblokir, jadi banyak yang mau daftar," ungkap Ririek.

Aturan registrasi bagi pelanggan kartu prabayar ini ditetapkan pemerintah untuk kepentingan pengguna. Telkomsel pun ikut mematuhi dan mendukung program pemerintah ini.

"Registrasi ini baik untuk semua. SIM card anonim yang biasa digunakan untuk penipuan bakal berkurang," kata Ririek.

Selain itu, program ini diharapkan akan mengubah kebiasaan pengguna yang tadinya biasa membuang kartu jadi memelihara nomor dan mengisi ulang untuk membeli paket layanan operator.


Komentar
Close Ads X