Pendapatan Telkomsel Menurun Karena Registrasi Kartu Prabayar - Kompas.com

Pendapatan Telkomsel Menurun Karena Registrasi Kartu Prabayar

Kompas.com - 12/05/2018, 12:55 WIB
Seorang pedagang terlihat sedang registrasi SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Seorang pedagang terlihat sedang registrasi SIM card di gerai miliknya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Selasa (7/11/2017). Pemerintah mewajibkan registrasi ulang SIM card bagi para pengguna telepon seluler hingga 28 Februari 2018 dengan memakai nomor NIK dan kartu keluarga (KK).

LOMBOK, KOMPAS.com - Perusahaan telekomunikasi Telkomsel mengaku mengalami penurunan pendapatan imbas registrasi kartu SIM prabayar. Meski demikian, Telkomsel mengklaim penurunan pendapatan ini bukan berarti perusahaan mengalami kerugian.

"(Pendapatan) Memang melambat. Tidak bisa dibilang rugi. Tidak rugi tapi pendapatan menurun," ujar Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah  dalam acara media gathering di Lombok, Jumat (11/5/2018).

Dia tidak menjabarkan berapa persisnya penurunan pendapatan yang dialami Telkomsel. Menurut Ririek, penurunan revenue terjadi karena Telkomsel harus mengeluarkan biaya untuk aktivitas dan promo yang mendorong pengguna untuk melakukan registrasi kartu.

Salah satunya contoh promo yang digelar adalah pemberian bonus kuota 10 GB bagi pelanggan kartu SIM prabayar Telkomsel yang melakukan registrasi.

Selain itu, Telkomsel mengaku kehilangan potensi pendapatan ketika pemblokiran kartu mulai diberlakukan sejak 1 Maret 2018. Aktivitas seperti mengisi ulang pulsa atau membeli paket dari kartu yang terblokir otomatis terhenti.

Meski demikian, Telkomsel yakin penurunan pendapatan ini hanyalah imbas jangka pendek. “Dalam beberapa bulan ke depan saya berharap ini akan baik untuk semua. Jadi ya, kita suffer dulu, ini juga terjadi di negara lain," ujar Ririek.

50 juta pelanggan diblokir

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah (ketiga dari kanan) berbicara dalam acara media gathering di Lombok, Jumat (11/5/2018). KOMPAS.com/ REZA WAHYUDI Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah (ketiga dari kanan) berbicara dalam acara media gathering di Lombok, Jumat (11/5/2018).

Program daftar ulang kartu ini merupakan bagian dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) nomor 21 tahun 2017 yang mewajibkan pengguna mendaftarkan nomornya menggunakan NIK dan KK atau terblokir total.

Hingga 1 Mei 2018, Telkomsel mengaku sebanyak 50 juta nomor milik pelanggannya telah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Telkomsel terus mendorong pemilik jutaan nomor tersebut untuk melakukan registrasi dengan mendatangi outlet atau Grapari terdekat.

Telkomsel belum mengumumkan jumlah nomor kartu SIM milik pelanggan mereka yang berhasil didaftarkan.

Operator seuluer itu mengatakan sudah mengantongi informasi soal jumlah pelanggan prabayar yang sudah melakukan registrasi, tetapi iketerangan resminya akan diumumkan Kemenkominfo dalam waktu dekat.

Data terakhir dari Kemenkominfo, per 30 April 2018, sedikitnya sebanyak 350 juta nomor kartu SIM prabayar telah berhasil didaftarkan pengguna.



Close Ads X