Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Palapa Ring Timur Diharapkan Menarik Indosat dan XL Masuk Papua

Kompas.com - 13/05/2018, 14:30 WIB
Yoga Hastyadi Widiartanto,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

TELUK BINTUNI, KOMPAS.com - Keberadaan proyek Palapa Ring Timur, yang merupakan bagian dari paket penggelaran kabel serat optik di wilayah-wilayah terpencil Indonesia, bisa menarik minat berbagai operator telekomunikasi.

GM Project Implementation PT Palapa Timur Telematika (PTT) Benjamin Sembiring mengatakan, proyek Palapa Ring Timur dapat menurunkan beban investasi operator, seperti Indosat dan XL Axiata di wilayah Indonesia Timur.

Kondisi demikian diharapkan membuat dua operator itu tertarik masuk dan memicu persaingan dengan Telkomsel dan Telkom, yang saat ini sangat dominan di kawasan tersebut.

"Kalau selama ini cuma Telkomsel atau Telkom dengan Indiehome miliknya, dengan adanya Palapa Ring Timur diharapkan investor lain akan juga tertarik," ujar pria yang kerap disapa Ben itu, saat ditemui di sela-sela penggelaran perdana kabel laut Palapa Ring Timur, Jumat (11/5/2018).

"Apalagi investasi kabel serat optik ini kan berat di awal saja, setelahnya jadi lebih ringan dari sisi kecepatan dan biaya. Kalau biasanya di kawasan seperti ini menggunakan V-Sat, tapi itu kan biaya per bulan mahal untuk kecepatan yang tidak seberapa," imbuhnya.

Adviser Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) untuk Program USO, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Koesmarihati Koesnowarso sepakat dengan Ben.

Menurut Koesmariharti, masuknya operator selain Telkom dan Telkomsel di Indonesia Timur akan memberi pengaruh baik pada ketersediaan layanan di masyarakat dan perkembangan industri.

"Kompetisi itu tidak jelek, malah bagus untuk masyarakat. Kalau selama ini cuma ada Telkom atau Telkomsel saja, maka masyarakat cuma terima saja. Dengan adanya operator lain masuk, apapun itu, Telkomsel jadi terdorong untuk bersaing, menaikkan kualitas layanan dan menyesuaikan tarif sehingga masyarakat diuntungkan," jelasnya saat bincang dengan awak media di Teluk Bintuni, Sabtu (12/5/2018).

Sebelumnya, pemerintah mengadakan proyek Palala Ring untuk menyediakan tulang punggung layanan telekomunikasi di daerah-daerah terpencil, terluar dan terdepan Indonesia. Daerah tersebut tidak didatangan opearator telekomunikasi karena perhitungan bisnis yang tidak menarik.

Sementara itu di kawasan Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua didominasi oleh Telkomsel dan Telkom. Operator lain kesulitan masuk karena perhitungan investasi di sana cenderung tidak menguntungkan.

Palapa Ring Timur sendiri tergolong proyek paling berat di keseluruhan pembangunan Palapa Ring. Paket Timur ini akan menjangkau 35 kabupaten atau kota yang tersebar dan menjangkau wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur (2 kabupaten), Maluku (3 kabupaten), Papua (23 kabupaten), dan Papua Barat (7 kabupaten).

Total panjang jaringan mencapai 8.454 km yaitu 50 persen merupakan kabel fiber optik laut, 45 persen kabel fiber optik darat, dan 5 persen microwave links. Saat ini PTT sudah memulai penarikan kabel laut perdana di segmen Teluk Bintuni menuju Tangguh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

Gadget
Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat 'Ngetwit'

Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat "Ngetwit"

Software
Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

e-Business
8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

e-Business
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Internet
Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Software
HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang 'Membosankan'

HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang "Membosankan"

Gadget
7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

Gadget
Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Gadget
Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

e-Business
Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Internet
CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

e-Business
'Fanboy' Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

"Fanboy" Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

e-Business
WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

Software
Steam Gelar 'FPS Fest', Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Steam Gelar "FPS Fest", Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com