Menkominfo Imbau Jangan Beri "Oksigen" untuk Aksi Teror - Kompas.com

Menkominfo Imbau Jangan Beri "Oksigen" untuk Aksi Teror

Kompas.com - 14/05/2018, 11:14 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat ditemui di Menara BTPN, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/3/2018).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat ditemui di Menara BTPN, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tak takut menanggapi ancaman terorisme. Imbauan ini menyusul insiden ledakan bom beruntun yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Untuk itu, menteri yang kerap disapa Chief RA tersebut meminta masyarakat tak menyebarluaskan foto dan video korban ledakan bom. Menurut dia, konten-konten tak layak menyangkut insiden tersebut justru memicu ketakutan.

“Masyarakat agar memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan akses terorisme, yaitu membuat ketakutan di masyarakat,” ia menuturkan dalam keterangan resmi, sebagaimana dikutip KompasTekno, Senin (14/5/2018).

“Terorisme, jangan takut. Jangan buat anak-anak kita takut nantinya, karena itu yang diinginkan oleh yang membuat teror. Bangsa kita bukan bangsa penakut," imbuh RA.

Adukan konten tak layak ke penyedia platform

Chief RA juga mengajak masyarakat mengadukan konten-konten tak senonoh ke penyedia layanan internet semacam Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, dll. Tujuannya agar foto dan video tersebut tak viral di ranah maya.

“Kita minta kontennya kita turunkan, untuk Indonesia yang lebih baik. Itulah kebangkitan bangsa Indonesia,” ia menyerukan.

Lebih lanjut, Rudiantara juga sesumbar pihaknya terus mendukung Kepolisian RI dalam menangani terorisme. Ia berharap masyarakat tetap waspada dan berhati-hati, tetapi tak tenggelam dalam ketakutan.

“Berikan ruang kepada Polri karena kami yakin akan kemampuan Polri,” ia berujar.

Dua hari, lima insiden ledakan bom

Diketahui, dalam dua hari berturut-turut, terjadi lima insiden ledakan bom. Pertama, secara beruntun terjadi di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) siang kemarin.

Lantas, rusunawa di Sidoarjo juga terjadi insiden peledakan bom pada malam hari. Terakhir, pagi ini, Senin (14/5/2018), bom kembali meledak di Mapolrestabes Surabaya.



Close Ads X