Belasan Karyawan Google Kompak Mundur - Kompas.com

Belasan Karyawan Google Kompak Mundur

Kompas.com - 15/05/2018, 19:08 WIB
Ruang santai di Kantor Google Indonesia.Fatimah Kartini Bohang/Kompas.com Ruang santai di Kantor Google Indonesia.

KOMPAS.com - Belasan karyawan Google mengundurkan diri sebagai bentuk protes keterlibatan raksasa internet itu dalam proyek Dephan AS, Pentagon. Google dan Pentagon diketahui masih meneruskan Project Maven yang dimulai tahun lalu, meski telah diprotes ribuan karyawan Google.

Project Maven merupakan inisiasi Kementrian Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang bermarkas di Pentagon, untuk menganalisis rekaman drone berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Proyek tersebut akan menggunakan "Wide Area Motion Imagery" (WAMI) untuk mendeteksi objek asing lain, melacak gerak mereka, dan menyerahkan data ke Pentagon.

Maret lalu, Google mengumukan jika mereka menawarkan Kementerian Pertahanan AS untuk bisa mengakses open-source software, TensorFlow yang digunakan di aplikasi machine learning (ML) Google, untuk bisa memahamai konten gambar.

Baca juga: Google Paksa Vendor Android Rajin Menambal

Para karyawan Google menganggap jika proyek itu bertolak belakang dengan motto perusahaan, yakni "don't be evil" (jangan berbuat jahat). Mereka pun sempat melayangkan petisi berisikan penolakan program tersebut pada Maret lalu.

Petisi tersebut dialamatkan ke CEO Google, Sundar Pichai; CEO Google Cloud, Diane Greene; Chief Scientist of AI/ML sekaligus Vice President, Fei-Fei Li.

"Kami minta Project Maven dihentikan dan draf Google dipublikasikan serta melaksanakan kebijakan yang jelas, yang menyatakan bahwa baik Google dan kontraktor tidak akan pernah membangun teknologi perang", tuntut karyawan Google dalam petisi.

Dihimpun KompasTekno dari 9 to 5 Google, Selasa (15/5/2018), tercatat 4.000 tanda tangan terkumpul hingga Selasa ini, menyatakan sikap untuk menolak keberlangsungan program tersebut.

Salah satu mantan karyawan yang mengundurkan diri mengaku kurang terkesan dengan respons dari para eksekutif Google, dan cara orang-orang diperlakukan serta didengarkan.

Beberapa karyawan yang mengundurkan diri menjelaskan alasan mereka dengan menuliskannya di formulir. Formulir itu kemudian dikumpulkan dan diedarkan ke internal Google. Hingga berita ini ditayangkan, Google belum memberikan komentar terkait masalah tersebut.


Komentar

Terkini Lainnya

Di Indonesia, Galaxy Note 9 Habis Dipesan 2 Hari

Di Indonesia, Galaxy Note 9 Habis Dipesan 2 Hari

Gadget
Layanan Google One Mulai Disebar

Layanan Google One Mulai Disebar

Software
Sudah Mundur, Jan Koum Masih Bolak-balik ke Kantor Facebook

Sudah Mundur, Jan Koum Masih Bolak-balik ke Kantor Facebook

e-Business
Kacamata Pintar Apple Diramal Meluncur 2020

Kacamata Pintar Apple Diramal Meluncur 2020

Gadget
Ponsel 5G LG Meluncur Awal 2019

Ponsel 5G LG Meluncur Awal 2019

Gadget
Bocoran Benchmark Snapdragon 850

Bocoran Benchmark Snapdragon 850

Hardware
Bing Bisa Pecahkan Soal Matematika dengan Foto

Bing Bisa Pecahkan Soal Matematika dengan Foto

Software
Diupdate,  Xiaomi Mi A2 Bisa Rekam Video 60 FPS

Diupdate, Xiaomi Mi A2 Bisa Rekam Video 60 FPS

Gadget
Google Umumkan Android 9 Pie Go Edition

Google Umumkan Android 9 Pie Go Edition

Software
Direct Messege Instagram Bisa Disisipi 'Polling'

Direct Messege Instagram Bisa Disisipi "Polling"

Software
Oppo F9 Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya

Oppo F9 Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi dan Harganya

Gadget
Ini Daftar Smartphone Nokia yang Kebagian Android Pie

Ini Daftar Smartphone Nokia yang Kebagian Android Pie

Software
Ini Alasan Mengapa Harus Ganti Password Instagram Sekarang

Ini Alasan Mengapa Harus Ganti Password Instagram Sekarang

Software
Samsung Umumkan Modem 5G Pertama di Dunia, Exynos 5100

Samsung Umumkan Modem 5G Pertama di Dunia, Exynos 5100

Hardware
iPhone 2018 Akan Mendukung Stylus Apple Pencil?

iPhone 2018 Akan Mendukung Stylus Apple Pencil?

Gadget
Close Ads X