kolom

Registrasi Kartu Prabayar Membawa Korban

Kompas.com - 18/05/2018, 13:08 WIB
Belasan pelaku usaha yang menggeluti bisnis penjualan kartu perdana di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengamuk dan membakar seluruh kartu SIM prabayar aktif dagangannya, di pinggir jalan raya Grobogan - Semarang, tepatnya‎ di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, ‎Kamis (22/3/2018). KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOBelasan pelaku usaha yang menggeluti bisnis penjualan kartu perdana di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengamuk dan membakar seluruh kartu SIM prabayar aktif dagangannya, di pinggir jalan raya Grobogan - Semarang, tepatnya‎ di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, ‎Kamis (22/3/2018).

Mendapat tekanan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan juga dilaporkan ke aparat keamanan, Indosat menjadi sangat hati-hati. Selama triwulan 1 tahun 2018 Indosat justru melakukan penyetopan penjualan kartu perdana sambil membenahi sistem yang ada sementara operator lain tetap aktif melakukan penjualan.

Akibatnya jumlah pelanggan yang pada akhir triwulan 4 tahun 2017 sebanyak 110,2 juta, merosot dengan 12,7 persen menjadi hanya 96,1 juta saja di triwulan pertama 2018.

Baca juga: Pendapatan Telkomsel Menurun Karena Registrasi Kartu Prabayar

Sebenarnya anomal tidak hanya terjadi di Indosat, tetapi juga di operator lain walau jumlah masing-masing tidak sampai sejuta nomor sehingga tidak terlalu menghebohkan.

Ketika operator lain masih berkutat bagaimana cara menambah jumlah pelanggan, yang terbentur tembok keras lewat kebijakan registrasi, Indosat lebih memilih merawat pelanggan yang ada dengan harapan pendapatan dari tiap pelanggan naik.

Dengan pendapatan Rp 29,9 triliun pada tahun 2017 dari 110,2 juta pelanggan atau Rp 22.600-an per pelanggan per bulan, di triwulan pertama 2018 dari 96,1 juta pelanggan pendapatan mereka hanya Rp 5,7 triliun, atau Rp 19.800-an dari tiap pelanggan per bulan.

Ini merupakan ARPU yang rendah untuk industri, karena ARPU XL Axiata sekitar Rp 30.000 dan Telkomsel sekitaran Rp 45.000.

Namun manajemen manajemen Indosat Ooredoo optimistis kinerja tahun 2018 yang dimulai triwulan kedua akan membaik karena ARPU triwulan pertama tahun 2017 sekitaran Rp 28.000. Apalagi belanja data pelanggannya makin hari makin tinggi sementara belanja SMS dan suara makin susut. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X