Vietnam Perketat Pengawasan Facebook dan Google

Kompas.com - 21/05/2018, 13:15 WIB
Ilustrasi sensor internet. ShutterstockIlustrasi sensor internet.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Sejak 2013, pemerintah Vietnam telah menerapkan peraturan internet yang ketat. Posting di media sosial yang dinilai anti-pemerintah dan keamanan nasional diblokir.

Begitu juga dengan posting yang dinilai menyebarkan “kebencian dan konflik” serta bersifat “merugikan citra organisasi atau individu”.

Ke depan, pengawasan internet di negeri komunis ini bakal lebih ketat lagi, khususnya terhadap Facebook dan Google (termasuk YouTube) yang menjadi tujuan terpopuler warganet Vietnam.

Sebuah rancangan undang-undang baru terkait persoalan cybersecurity rencananya akan dibahas oleh parlemen Vietnam bulan ini.

Apabila disahkan, maka undang-undang itu antara lain bakal mengharuskan perusahaan-perusahaan internet untuk menyimpan data pengguna secara lokal di server di Vietnam, juga membuka kantor di sana.

Dirangkum KompasTekno dari Reuters, Senin (21/5/2018), pihak Facebook mengatakan aturan baru tersebut bakal lebih banyak membatasi konten. Google menolak berkomentar soal ini. Keduanya memberi pernyataan bahwa mereka harus menaati hukum di negara tempat beroperas.
 
“Laporan transparansi” terbaru dari Facebook yang dirilis pekan lalu memunjukkan bahwa perusahaan jejaring sosial itu mulai memblokir konten di Vietnam yang dinilai melanggar ketentuan pemerintah pada paruh kedua 2017.

Setidaknya ada 22 kasus pemblolkiran konten oleh Facebook di Vietnam, mseki sebagian besar merupakan tindak lanjut dari laporan pencemaran nama baik, bukan atas permintaan langsung dari pemerintah.

Sementara itu, pada 2017 Google menerima permintaan dari pemerintah Vietnam untuk menghapus 6.500 video di YouTube yang sifatnya mengkritisi pemerintah.

Salah satu peraturan baru yang dicanangkan pemerintah Vietnam bulan lalu menyatakan bahwa platform media sosial harus menyingkirkan konten terlarang dalam waktu tiga jam setelah menerima laporan dari pemerintah.

Belum jelas bagaimana kebijakan tersebut akan berdampak terhadap Facebook dan Google.

Di satu sisi, pemerintah Vietnam getol mendorong pertumbuhan ekonomi digital negerinya, terutama e-commerce dan online banking.

Namun di sisi lain, pemerintah Vietnam juga ingin memperketat pengawasan di dunia maya, termasuk lewat keharusan membuka kantor lokal dalam rancangan undang-undang tadi. Facebook dan Google kini beroperasi di Vietnam lewat kantor regional masing-masing di Singapura.

Baca juga: Facebook Diblokir atau Tidak di Indonesia Tergantung Inggris

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X