Bukti Skandal Kebocoran Data Tak Mampu Goyang Facebook

Kompas.com - 22/05/2018, 07:08 WIB
Gambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat. AFP PHOTO/LOIC VENANCEGambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat.
|

KOMPAS.com - Skandal Cambridge Analytica yang membawa Facebook dalam kasus kebocoran data pengguna ternyata tak memberi dampak yang begitu besar pada perusahaan.

Pasalnya berdasarkan data dari lembaga riset keamanan Goldman Sachs, angka pengguna Facebook mobile tercatat malah mengalami peningkatan sebesar 7 persen menjadi sekitar 188,6 juta pada April lalu di mana skandal tersebut semakin memanas.

Angka ini meningkat dari periode yang sama pada tahun lalu. Bahkan menurut catatan Deutsche Bank, kasus yang membuat Facebook kemudian menghapus 583 juta akun palsu ini juga tidak mempengaruhi pendapatan iklan yang diterima Facebook.

Padahal, kampanye #deleteFacebook sempat bergelora ketika insiden pencurian data pengguna pertama kali terungkap pada Maret 2018. Kala itu ada penurunan 700.000 pengguna di Amerika Serikat dan Kanada.

"Kami mencatat bahwa data ini memiliki jangkauan audiens yang luas di semua properti, bukan hanya soal audiens inti Facebook saja, tapi kami melihat bahwa akun-akun palsu ini adalah indikasi bahwa jangkauan iklan Facebook terus berkembang luas," ungkap pihak Deutsche Bank dikutip KompasTekno dari Bussiness Insider, Selasa (22/5/2018).

Kabar baik lainnya untuk media sosial besutan Mark Zuckerberg ini adalah, jumlah waktu yang dihabiskan pengguna di Facebook juga mengalami kenaikan meski tak lebih dari 10 persen. Malah, nilai saham Facebook yang sempat turun beberapa waktu lalu kini perlahan berangsur normal.

Pada 18 Maret lalu saham Facebook sempat anjlok dari 185,09 dollar AS ke angka 149,02 dollar As.

Namun pada 18 Mei minggu lalu, nilai saham Facebook terus menguat bahkan mencapai 182,68 dollar AS. Artinya selama dua bulan di mana skandal itu menyeruak, saham Facebook hanya turun sekitar 1,3 persen saja.

Angka-angka tersebut tentu setidaknya menjadi bukti bahwa pengguna sepertinya tidak begitu peduli dengan kasus yang menerpa Facebook. Data ini pun bakal jadi angin segar untuk Mark Zuckerberg yang akan menghadapi "sidang" di hadapan parlemen Uni Eropa dalam waktu dekat.

Sebelumnya laporan performa Facebook pada kuartal pertama tahun 2018 ini juga memperlihatkan pertumbuhan yang lebih signifikan dari kuartal sebelumnya.

Dalam tiga bulan pertama, Facebook berhasil menambah 48 juta pengguna aktif harian alias daily active user (DAU). Saat ini ada 1,45 miliar orang yang online di Facebook setiap harinya.

Angka itu naik 3,42 persen dari tahun lalu. Bahkan, pertumbuhannya juga lebih signifikan daripada kuartal sebelumnya (Q4 2017) yang cuma bertumbuh 2,18 persen.

Baca juga: Alasan Pemerintah Belum Juga Memblokir Facebook

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X