Kompas.com - 22/05/2018, 12:53 WIB

KOMPAS.com - Bill Gates menjadi salah satu miliarder terkemuka dunia, setelah sukses mendirikan Microsoft bersama sahabatnya Paul Allen. Namun, siapa sangka cita-cita Gates saat remaja terbilang cukup sederhana.

Di depan mahasiswa Universitas Harvard, Gates mengaku berencana menjadi pengajar matematika, bukan pendiri perusahaan software raksasa, yang diadopsi ratusan juta pengguna di dunia.

"Hey, saya murid yang baik dan karena itu saya sebaiknya menjadi profesor matematika," ungkap Gates.

Menurutnya, matematika sangat menarik, karena sukar dipecahkan.

"(Matematika) adalah masalah tersulit untuk dipecahkan, dan Anda tahu, saya suka masalah sulit," aku Gates.

Gates mendulang kesuksesan dalam usia 20-an, yang notabene masih sangat muda. Namun sebelum ia merengkuhnya, ia harus melawan rasa tidak percaya diri. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 itu megaku jika dirinya adalah pribadi yang introvert dan cederung anti-sosial. Ia pun sempat ragu dan takut jika bisnisnya gagal di kemudian hari.

"Gagasan tentang Microsoft yang akan menjadi perusahaan besar, saya sendiri tak pernah terpikir," jelas Gates.

Dukungan sang sahabat, Paul Allen

Ide membangun Microsoft dari nol dimulai ketika sahabat sekaligus mitra bisnisnya, Paul Allen meyakinkan Gates untuk menekuni programming komputer, padahal ia sendiri tak berencana meniti karir di bisnis teknologi.

MicrosoftIst Microsoft
Gates yang mengambil jurusan hukum di Universitas Harvard, sempat ingin menjadi pengacara, mengikuti jejak ayahnya. Tapi, Allen terus meyakinkan Gates untuk bisa meninggalkan zona nyamannya dengan berbagai cara.

Gates dan Allen memang tidak satu alma mater. Allen sendiri meneruskan studi ilmu komputer di Washington State University. Namun keduanya telah berteman ketika bersekolah di Lakeside School.

Mereka bertemu kembali sebagai programmer komputer di salah satu perusahaan software Honeywell pada musim panas 1974. Setahun setelahnya, mereka berhasil mengembangkan softwae microcomputer pertama dari adaptasi bahasa programming komputer populer saat itu, BASIC.

Mereka kemudian mengamankan kontrak dengan salah satu perusahaan elektronik Amerika, Micro Instrumentation and Telemetry System (MITS).

Kedua pemuda itupun mengambil langkah nekat setelah menemukan komputer dengan micropocessor pertama di plaza Harvard Square.

"Itu adalah saat yang tepat untuk drop out dan benar-benar membangun Microsoft untuk pertama kalinya sebagai sebuah bisnis," ujar Gates.

Keputusan tersebut tentu membutuhkan keseriusan mental yang kuat.

Halaman selanjutnya: Menantang diri di awal karir...

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.