Kompas.com - 23/05/2018, 10:15 WIB
Salah satu unit Asus ZenFone Max Pro M1 yang dipamerkan dalam acara peluncuran di Jakarta, Senin (23/4/2018).
KOMPAS.com/ OIK YUSUFSalah satu unit Asus ZenFone Max Pro M1 yang dipamerkan dalam acara peluncuran di Jakarta, Senin (23/4/2018).
Penulis Oik Yusuf
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Di kalangan warganet Indonesia saat ini beredar istilah "ponsel gaib", mengacu pada produk smartphone yang sulit diperoleh lantaran stoknya seakan terbatas dan bisa ludes dibeli dalam hitungan detik di sesi penjualan online.

Menanggapi fenomena tersebut, pihak Lazada Indonesia selaku e-commerce yang getol menggelar flash sale untuk penjualan ponsel mengatakan, tidak pernah dengan sengaja membatasi stok barang sehingga hanya berjumlah sedikit dan cepat habis.

"Kami tak pernah sengaja membatasi, misalnya hanya dua atau tiga digit. Pasti kami stok ribuan jumlahnya," ujar CMO Lazada Indonesia Achmad Alkatiri ketika ditemui KompasTekno di sela acara pengumuman program Lazada Puasale di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Achmad mengaku tak bisa menguraikan berapa persisnya stok yang disiapkan untuk masing ponsel di gelaran flash sale. Hal tersebut, menurut dia, tergantung dari kesepakatan dengan tiap vendor perangkat rekanan.

"Itu bukan gaib," tukas Achmad. "Kami ada banyak stok, tapi kuasa soal berapa banyak stok yang disiapkan untuk hari itu ada di tangan temen-teman brand," kata Achmad.

Algoritma anti-reseller

Chief Marketing Officer Lazada Achmad AlkatiriKOMPAS.com/ OIK YUSUF Chief Marketing Officer Lazada Achmad Alkatiri
Salah satu dugaan penyebab kelangkaan ponsel adalah adanya permainan tengkulak yang memborong ponsel di ajang flash sale, untuk kemudian dijual kembali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Achmad mengatakan pihaknya masih belum mengetahui ada atau tidaknya permainan tengkulak tersebut di ajang flash sale. Dia berjanji akan melakukan tindak lanjutnya.

Yang jelas, menurut dia, Lazada menerapkan algoritma khusus untuk mencegah skema pemborongan barang oleh pihak-pihak tertentu.

Algoritma inilah, lanjut Achmad, yang menyebabkan pembelian sering dibatalkan sepihak (cancel) oleh Lazada, apabila si pembeli bersangkutan terendus hendak memborong.

Algoritma Lazada sanggup melacak pembelian oleh orang yang sama. Misalnya, meskipun menggunakan akun berbeda, tapi apabila alamat pengirimannya sama maka akan dianggap sebagai indikasi memborong.

"Yang di-cancel itu biasanya yang order lebih dari satu. Kami ini fokusnya untuk end consumer, bukan reseller. Makanya, kalau ada yang ngomel cancel, itu most likely order lebih dari satu," tandas Achmad.

Baca juga: Dituding Jual Ponsel Gaib di Indonesia, Ini Kata Xiaomi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.