4 Juta Pengguna iPhone Tuntut Google Rp 60 Triliun

Kompas.com - 25/05/2018, 07:13 WIB
Ilustrasi Google SPENCER PLATT/AFPIlustrasi Google

KOMPAS.com - Sebuah organisasi yang menyebut diri mereka "Google You Owe Us", menuntut Google atas pengumpulan data secara ilegal atau melanggar hukum.

Kelompok yang mengklaim mewakili 4,4 pengguna iPhone, menuntut perusahaan search engine tersebut sebesar 3,2 miliar poundsterling (sekitar Rp 60,7 triliun).

Google dituntut karena dianggap mengoleksi data personal pengguna iPhone dengan melewati pengaturan privasi secara default di iPhone. Data yang dihimpun meliputi ras atau etnis, masalah fisik dan kesehatan mental, afiliasi politik, jenis kelamin, dan kelas sosial.

Data tersebut diduga dikais Google melalui peramban Safari menggunakan metode "Safari Workaround".

Dilansir KompasTekno dari Tech Spot, Jumat (25/5/2018), data pengguna ditambang menggunakan algoritma yang memungkinkan para pengembang melewati pengaturan keamanan yang terpasang default.

Baca juga: Google Hapus Moto Jangan Jahat bagi Karyawan

Pengaturan tersebut sebenarnya berfungsi untuk memblokir pihak ketiga untuk melacak menggunakan cookies. Google sendiri meminta pengadilan untuk mengabaikan kasus tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihak Google berdalih tidak ada bukti kuat bahwa informasi yang dimaksud diperoleh dari metode "Safari Workaround" atau diungkapkan ke pihak ketiga seperti yang dituduhkan. Pihaknya juga mengatakan jika tuduhan tersebut tidak tepat karena akan sulit diidentifikasi jika hanya berupa dugaan.

Pengacara Google You Owe Us, Hugh Tomlinson, berujar jika aktivitas ilegal Google yang dituduhkan pertama kali muncul pada tahun 2012 oleh salah satu peneliti. Kala itu Google telah membayar 39,5 juta dollar AS (sekitar Rp 561 miliar) untuk menyelesaikan perkara tersebut di AS.

Direktur Google You Owe Us, Lloyd, merasa yakin jika Google telah melanggar hukum.

"Kegiatan mereka berdampak ke jutaan (pengguna iPhone) di Inggris dan Wales dan kami akan meminta hakim untuk memastikan mereka bertanggung jawab di pengadilan kami," jelas Llyod.

Di sisi lain, pengacara Google, Anthony White menyebut jika kelompok Google You Owe Us hanya mengejar kampanye untuk mendapatkan akuntabilitas dan ganti rugi semata.

"Pengadilan tak sebaiknya mengijinkan seseorang untuk mengkooptasi hak perlindungan data dari jutaan orang untuk tujuan kampanye pribadi," jelasnya.

Sidang dengar pendapat kasus pengumpulan data ilegal yang dituduhkan ke Google ini diperkirakan akan berlangsung hingga dua hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.