Tol Fungsional Brebes-Batang Masih Dikebut, Internet 5 Operator Sudah Ngebut

Kompas.com - 28/05/2018, 20:34 WIB
Salah satu bagian ruas tol Pejagan-Pemalang yang masih dalam proses pembangunan. Tol fungsional ini rencananya akan dibuka untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2018. KOMPAS.com/ Oik YusufSalah satu bagian ruas tol Pejagan-Pemalang yang masih dalam proses pembangunan. Tol fungsional ini rencananya akan dibuka untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2018.

SEMARANG, KOMPAS.com - Salah satu jalur mudik yang populer adalah melalui Pantai Utara Pulau Jawa. Pada jalur tersebut telah disiapkan ruas tol baru untuk menghubungkan Jakarta dengan Surabaya di Jawa Timur, dengan melewati kota-kota besar lain.

KompasTekno, pada Minggu (27/5/2018), memasuki ruas tol fungsional tersebut, tepatnya di segmen Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang untuk menguji keandalan sinyal seluruh operator telekomunikasi seluler di sana, yakni Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Hutshison Tri Indonesia (Tri), serta Smartfren.

Hal ini untuk memastikan infrastruktur yang disiapkan oleh para operator sudah bisa dirasakan oleh pengguna.

Fokus pengujian kami adalah hanya pada kecepatan koneksi internet. Pasalnya, koneksi internet telah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Terutama karena fungsinya yang mencakup banyak hal, mulai dari komunikasi, informasi, hingga hiburan.

Ruas tol Pejagan-Pemalang serta Pemalang-Batang yang kami lalui masih jauh dari kata selesai. Penyelesaianya agar layak dipakai jelang Lebaran terus dikebut. Saat kami melintas, masih ada truk pengangkut tanah hingga mesin pengaspal berseliweran.

Walau demikian, urusan koneksi internet di sepanjang ruas itu tidak mendapatkan kendala berarti. Kegiatan yang kami ujikan ala pemudik, mulai dari berkomunikasi via WhatsApp, menonton YouTube, mendengarkan streaming musik Spotify, serta membuka berbagai situs atau media sosial cenderung lancar.

Telkomsel

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Layanan internet Telkomsel yang kami gunakan bisa melakukan semua kegiatan di atas dengan lancar. Kecepatan rata-rata tertinggi kami peroleh melalui pengukuran nPerf di pintu keluar Tol Brebes Timur yang menyambung ke ruas tol fungsional Pejagan-Pemalan. Ada pun kecepatan download rata-rata mencapai 36,10 Mbps dan upload rata-rata 17,8 Mbps.

Namun, kami mencatat latensi jaringan menjadi sangat tinggi, yakni mencapai 283 ms sepanjang beberapa kilometer setelah KM 318 ruas tol Pejagan-Pemalang.

Walau kegiatan streaming film, musik hingga browsing tidak mengalami kendala, latensi tersebut akan mengganggu bagi pengguna yang bermain game online, seperti Mobile Legends. (Baca juga: Telkomsel Jawab Keluhan Pemain Game Mobile Legends)

XL Axiata dan Tri

Nomor XL Axiata yang kami gunakan juga tidak mendapatkan kendala berarti saat dipakai melakukan kegiatan online ala pemudik. Kami mencatat bahwa pengukuran kecepatan internet operator ini mencapai nilai tertinggi saat berada di KM 318 ruas tol Pejagan-Pemalang. Kecepatan download rata-rata mencapai 37,1 Mbps dan upload rata-rata 21,6 Mbps.

Selang beberapa kilometer setelah KM 318, yakni segmen Pemalang-Batang dekat Sragi, Pekalongan, sinyal sempat tidak stabil. Pada satu posisi kecepatan rata-rata download mencapai 34,6 Mbps, dan rata-rata upload 8,72 Mbps. Namun setelahnya, sinyal bisa tiba-tiba naik turun antara E, 3G, dan 4G.

Nomor Tri yang digunakan KompasTekno mendapatkan pengukuran nPerf yang tergolong rendah, namun tidak serta merta kinerjanya buruk. Toh sepanjang jalur fungsional tersebut kami tetap bisa menonton YouTube, memutar lagu dari Spotify, serta browsing.

Adapun kecepatan tertingi Tri terasa di KM 297 ruas Pejagan-Pemalang. Di posisi tersebut kecepatan download rata-rata mencapai 5,04 Mbps dan upload rata-rata 5,25 Mbps. Kami juga bakal mengalami buffering YouTube serta loading web yang lamban di sejumlah titik.

Smartfren dan Indosat

Nomor Smartfren yang kami gunakan menunjukkan kinerja internet mumpuni. Semua kegiatan bisa dilakukan dengan lancar, bahkan kami streaming Netflix tanpa putus.

Walau demikian, sempat juga terjadi hilang sinyal. Lokasi hilang sinyal itu kira-kira sejauh 4 kilometer di ruas tol Pemalang-Batang, tepatnya di kawasan Sragi, Pekalongan.

Sedangkan kecepatan tertingginya justru kami rasakan beberapa kilometer sebelum hilang sinyal, yakni di KM 297. Pada posisi tersebut kecepatan download rata-rata mencapai  13,66 Mbps, sedangkan upload rata-rata 0,40 Mbps.

Terakhir, nomor Indosat bisa kami gunakan dengan cukup baik. Ada lokasi tertentu yang kinerjanya tidak lancar, tapi di sisi lain ada juga yang menunjukkan kinerja baik.

Misalnya di segmen awal ruas tol Pejagan-Pemalang dan segmen awal Pemalang-Batang, kami bisa streaming dan browsing dengan lancar. Sementara itu di segmen tertentu, seperti KM 297 kegiatan itu benar-benar terhambat karena sinyal naik turun dari 2G dan 3G.

Kecepatan rata-rata tertinggi Indosat ada di segmen awal ruas tol Pemalang-Batang, di kawasan Sragi, Pekalongan. Adapun kecepatan download rata-rata adalah 20,37 Mbps dan upload rata-rata 13,0 Mbps.

Sinyal hilang di Alas Roban

Ada satu catatan khusus dalam pengujian jaringan oleh KompasTekno di sepanjang jalur Bebes Timur-Semarang. Ketika kami melintasi jalur Alas Roban, tepatnya setelah SPBU, semua kegiatan kami terhenti. Tidak satu pun sinyal operator yang bekerja dengan baik. Streaming, browsing atau pengukuran sama sekali tidak bisa dilakukan.

Setelah lima kilometer perjalanan, sinyal baru berangsur normal. Nomor seluruh operator yang kami bawa kembali bisa terhubung ke koneksi internet. Kegiatan streaming, browsing dan pengukuran juga bisa dilakukan dengan lancar.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X