Menkominfo Tunjukkan ke Driver Go-Jek, Ada Pabrik Ponsel Rp 1 Jutaan di Indonesia

Kompas.com - 29/05/2018, 11:24 WIB
Menkominfo Rudiantara saat berkunjung ke pabrik perakitan smartphone di Semarang, Jawa Tengah, Snein (28/5/2018). Twitter RudiantaraMenkominfo Rudiantara saat berkunjung ke pabrik perakitan smartphone di Semarang, Jawa Tengah, Snein (28/5/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengajak empat driver Go-Jek menyambangi pabrik perakitan smartphone Advan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/5/2018) kemarin.

Bersama dengan mitra Go-Jek, Rudiantara berkeliling di dalam pabrik untuk melihat proses perakitan smartphone, mulai dari perakitan awal, hingga proses pengemasan. Para mitra Go-Jek itu pun bertanya sepuasnya soal kualitas smartphone itu kepada pengelola Advan.

Advan sendiri dikenal sebagai vendor ponsel dengan harga yang terjangkau, kisaran Rp 1 jutaan. Ponsel murah inilah yang menurut para driver Go-Jek sangat dibutuhkan oleh mereka. Hal itu pun dibenarkan oleh Rudiantara.

“Saat saya ketemu driver Gojek saya tanya, buat driver kalau terima order, atau bawa orang, yang paling penting itu apa?” kata Rudiantara, menceritakan.

Pertanyaan itu dilontarkan RA saat menghadiri Gojek Food Festival di Senayan, belum lama ini. Menurut Rudiantara, ada dua hal pokok yang penting bagi mitra Go-Jek, yaitu sinyal dan ponsel murah, kemudian soal tarif internet dan lainnya.

Baca juga: Menkominfo Janji Perbanyak Ponsel 4G Murah untuk Ojek Online

Mendapati jawaban itu, Rudiantara tercengang dan berjanji untuk menyediakan kebutuhan para driver itu untuk dua hal, sinyal dan ponsel murah. Soal sinyal, Rudi meminta perusahaan telekomunikasi untuk membangun sinyal dimana-mana.

“Kalau sinyal dan ponsel saya bisa bantu. Sinyal saya bisa minta bangun dimana-mana. Mudah-mudahan Palapa Ring cepat selesai, wilayah tengah September selesai, wilayah timur Papua, Desember selesai,” katanya.

Kemudian soal ponsel. Menurut Rudiantara, bagi mitra Go-Jek, mempunyai ponsel yang berkualitas dengan harga terjangkau menjadi kebutuhan. Oleh karena itu, ia mempertemukan mereka dengan pabrik perakit untuk menggali potensi pasar itu.

Menkominfo Rudiantara saat menyambangi pabrik smartphone Advan di Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/5/2018) sore kemarin.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Menkominfo Rudiantara saat menyambangi pabrik smartphone Advan di Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/5/2018) sore kemarin.
Kemenkominfo, kata dia, punya target agar harga ponsel 4G dapat ditekan di bawah Rp 1 juta. Para mitra Go-Jek dapat terbantu dengan harga handpone yang terjangkau.

“Kalau ponsel, saya ngobrol. Harganya berapa? Para Go-Jek ini beli Rp 2 juta. Target pemerintah, untuk handpone internet kecepatan tinggi harus di bawah Rp 1 juta. Saya ajak Go-Jek agar tahu bahwa ada ponsel harganya di bawah Rp 1 juta, kalau ke depan bisa diserap pasar pasti harga lebih rendah lagi,” ujarnya.

Baca juga: LG Bakal Jual Android Rp 1 Jutaan di Indonesia

“Jadi kalau terima order tidak perlu lama-lama sampai bengong,” tambahnya.

Penuhi permintaan

Marketing Director Advan, Tjandra Lianto bakal menindaklanjuti permintaan Menkominfo. Pihak perseoran akan masuk untuk menangkap pasar dari para mitra Gojek.

Di Semarang, pabrik Advan memproduksi 30.000 unit smartphone tiap bulan. Pabrik seluas 15.000 meter persegi itu memiliki tiga ruang utama, yaitu ruang penyimpanan spare part, serta dua ruang utama untuk melakukan produksi.

Di ruang produksi ada 8 line dengan tugas perakitan, pengetesan, sampai pengemasan. Sementara di tahap quality control ada tim yang bertugas melakukan pengujian produk, meliputi tes kemampuan layar, burning room, drop test dan uji daya tahan produk dan sebagainya.

Pabrik beroperasi dengan 1.000 karyawan yang mayoritas adalah warga lokal. “Kami berharap keberadaan industri ini mampu membuat masyarakat semakin bangga dengan Advan,” kata Tjandra.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X