Cerita di Balik Mundurnya Para Pendiri WhatsApp dari Facebook

Kompas.com - 07/06/2018, 19:15 WIB
Jan Koum, co-founder WhatsApp Business InsiderJan Koum, co-founder WhatsApp

KOMPAS.com - Jan Koum dan Brian Acton adalah dua sahabat yang sama-sama mendirikan WhatsApp. Namun beberapa tahun setelah Facebook mengakuisisi platform pesan instan tersebut, keduanya malah memutuskan untuk hengkang.

Keputusan keduanya hengkang itu menyisakan cerita mengenai hubungan keduanya dengan para punggawa Facebook. Koum dan Acton memang dikabarkan kurang harmonis dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg serta Sheryl Sandberg.

Suasana yang kurang harmonis itu mulai muncul pasca Facebook mengakuisisi WhatsApp dengan nilai Rp 223 triliun pada 2014. Mereka seringkali berdebat, bahkan ketika membicarakan hal-hal kecil.

Informasi yang dilansir KompasTekno dari Fast Company, Rabu (6/6/2018), Koum dan Acton berselisih dengan kedua punggawa Facebook karena konsep bisnis WhatsApp yang tidak sejalan.

Kedua pendiri WhatsApp selalu berusaha mencegah aplikasi pesan instan buatannya dimasuki iklan. Di sisi lain, Facebook yang menjadi induk usaha mereka justru ingin memasukkan iklan dan mengambil untung darinya.

Baca juga: Pendiri Sekaligus CEO WhatsApp Jan Koum Mundur

Kabar yang beredar menyebutkan perbedaan konsep bisnis itu membuat konflik makin memanas, bahkan mengarah pada perdebatan-perdebatan kecil dan hal yang lebih personal.

Salah satunya, para pendiri WhatsApp tidak senang dengan kantor baru yang diberikan Facebook di Menlo Park. Padahal, karyawan-karyawan lama Facebook melihat bahwa kantor baru itu memiliki fasilitas lebih baik, kamar kecil yang lebih luas, hingga meja yang lebih besar.

"Koum merasa tidak cocok dengan tekanan bekerja di perusahaan besar, kadang berdebat dengan Zuckerberg dan eksekutif lain hanya karena hal-hal kecil. Misalnya ketika WhatsApp diminta membeli kursi tertentu oleh Facebook," ujar sumber yang dekat dengan masalah tersebut.

Di luar hal filosofis dan fasilitas, masalah antara para pendiri WhatsApp dan petinggi Facebook juga merepresentasikan perbedaan besar dalam budaya kerja.

Baca juga: Karyawan Facebook dan WhatsApp, Satu Atap Tapi Tak Harmonis

"Dalam perusahaan yang begitu bangga dengan konsep egaliter ini, masalah-masalah remeh itu bertumpuk-tumpuk," ujar pegawai Facebook yang enggan disebutkan namanya.

Akhirnya, semua hal itu berujung pada hengkangnya Koum dan Acton. Keduanya sama-sama mengundurkan diri dari Facebook di waktu yang berbeda. Acton lebih dulu mundur dari Facebook pada akhir 2017. Disusul kemudian Koum pada Mei 2018.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Software
Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

e-Business
20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

Software
Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

e-Business
Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Hardware
Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Software
TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

Software
iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

Hardware
Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Software
Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Gadget
Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Gadget
YouTube Luncurkan 'Most Replayed', Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

YouTube Luncurkan "Most Replayed", Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

Software
Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

e-Business
Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.