Mengenal "Five Zero", Jaringan WiFi Gratis di Jepang yang Aktif Saat Bencana

Kompas.com - 20/06/2018, 10:23 WIB
Warga berhenti untuk melihat kerusakan pada sebuah rumah yang hancur akibat gempa bumi di Ibaraki, Utara Osaka, Senin (18/6/2016). 2 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat gempa berkekuatan 5,3 magnitudo dengan pusat kedalaman 15,4 km. AFP PHOTO / JIJI PRESS / STR / JWarga berhenti untuk melihat kerusakan pada sebuah rumah yang hancur akibat gempa bumi di Ibaraki, Utara Osaka, Senin (18/6/2016). 2 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat gempa berkekuatan 5,3 magnitudo dengan pusat kedalaman 15,4 km.

KOMPAS.com - Jepang memiliki metode tanggap darurat bencana dengan memanfaatkan jaringan WiFi. Saat terjadi bencana, jaringan WiFi gratis Five Zero diaktifkan untuk membantu komunikasi.

Nama Five Zero diambil dari nama hotspot WiFi yang hanya diaktifkan saat terjadi bencana, yakni "00000JAPAN". Jaringan inilah yang diaktifkan saat terjadi gempa di Osaka pada Senin (18/6/2018) pagi.

Jaringan WiFi Five Zero untuk bencana ini didukung oleh perusahaan telekomunkasi Jepang, KDDI dan komite bisnis nirkabel LAN. Ketika bencana terjadi, setiap operator seluler di Jepang akan bertindak sebagai Wi-Fi terbuka, yang bisa diakses semua layanan, baik internasional atau lokal.

Wi-Fi gratis tersebut memungkinkan semua orang di wilayah tanggap darurat bencana, menggunakan jaringan terpadu. Untuk mengaksesnya, cukup mengaktifkan Wi-Fi di perangkat, lalu mencari titik Wi-Fi terdekat.

Baca juga: iPhone 7 Terdampak Gempa Jepang

Kemudian, pilih jaringan "00000JAPAN" yang bisa diakses selama keadaan darurat, sebagaimana KompasTekno kutip dari kicauan Twitter resmi KDDI, Selasa (19/6/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gempa dahsyat Tohoku jadi pemicu

Inisiasi ini tak serta merta datang begitu saja. Gempa dahsyat Tohoku yang mengguncang kota Sendai berkekuatan 9,0 SR pada Maret 2011 lalu, menjadi momentum inisiasi tanggap bencana ini.

Kala itu, hampir seluruh wilayah dekat episentrum gempa lumpuh total, termasuk sarana telekomunikasi. Akhirnya, Wi-Fi gratis dicetuskan untuk mempermudah komunikasi bagi orang-orang yang berada di daerah bencana.

Seperti Indonesia, Jepang merupakan salah satu negara dengan statistik gempa tertinggi di dunia. Lembaga riset epidemiologi bencana (Center for Research on the Epidemiology of Disasters/CRED) mencatat 61 kasus gempa terjadi dalam kurun waktu 1900-2016.
Jumlah ini memang lebih sedikit dibanding Indonesia dengan 116.

Seperti diketahui, Osaka diguncang gempa 5,3 SR menurut catatan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), di kedalaman 15,4 km. Sementara badan meteorologi Jepang mencatat kekuatan gempa sebesar 6,1 magnitudo dengan kedalaman 10 km.

Meski tak ada risiko tsunami, pihak berwenang mengumumkan hingga Selasa (19/6/2018), lima korban dinyatakan meninggal dunia dan 370 orang terluka.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.