Facebook Uji Coba Grup Berbayar untuk Cari Uang - Kompas.com

Facebook Uji Coba Grup Berbayar untuk Cari Uang

Kompas.com - 21/06/2018, 15:07 WIB
Gambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat.AFP PHOTO/LOIC VENANCE Gambar yang diambil pada 20 November 2017 ini menunjukkan logo Facebook, layanan media sosial yang berbasis di Amerika Serikat.

KOMPAS.com - Pengguna Facebook, khususnya administrator grup kini punya peluang untuk mendulang uang. Media sosial besutan Mark Zuckerberg itu diketahui tengah mengujicoba fitur grup berbayar.

Uji coba ini diumumkan oleh Facebook lewat blog resminya. Dalam postingan tersebut, perusahaan mengatakan bahwa administrator grup dapat membuat opsi berbayar kepada anggota untuk mengakses konten eksklusif.

Konten tersebut bisa berupa video, foto, tutorial, atau tulisan-tulisan lainnya sesuai dengan keinginan administrator grup tersebut.

"Saat ini uji coba itu baru mencakup sejumlah kelompok yang sangat kecil," ungkap Alex Dave Direktur Manajemen Produk untuk Facebook Group.

Baca juga: Facebook Mulai Sisipkan Video Iklan di Messenger

Dikutip KompasTekno dari Cnet, Kamis (21/6/2018) fitur berbayar ini nantinya bisa dibuat di dalam grup yang sudah ada sebelumnya. Administrator pun bisa membuat sub-grup khusus untuk konten-konten berbayar tersebut.

Jadi misalnya seorang administrator memiliki sebuah grup tertentu yang gratis dan bebas akses. Ia bisa membuat grup kedua di dalam grup tersebut khusus untuk konten eksklusif yang dikenakan tarif.

"Ada satu grup bernama 'Declutter My Home', adminisitrator membuat sub-grup bernama 'Organize My Home' yang dikenakan biaya langganan 14,99 dollar AS. Anggota akan memiliki akses eksklusif dan bisa bekerja dengan anggota lain dalam sebuah proyek," lanjut Dave.

Administrator grup nantinya memiliki keleluasaan untuk menentukan besaran tarif langganan untuk mengakses konten eksklusif. Tarif tersebut nantinya dibayar dalam waktu setiap satu bulan.

Namun dalam masa uji coba kali ini tarif maksimal yang bisa dibanderol adalah 29,99 dollar AS atau sekitar Rp 400 ribu.

Baca juga: Versi Android Ini Tak Bisa Jalankan WhatsApp 2 Tahun Lagi

Facebook sendiri tidak mengungkapkan regional mana saja uji coba ini dilakukan. KompasTekno pun masih belum bisa menemukan fitur ini untuk regional Indonesia.

Ini bukan pertamakalinya Facebook mengujicoba fitur langganan berbayar. Pada bulan Maret lalu jejaring sosial ini mengujicoba konten video berbayar. Perusahaan berdalih hal ini merupakan upaya untuk membantu para konten kreator untuk mendulang uang.



Close Ads X