Canon Bikin Sensor Foto Raksasa, Untuk Apa? - Kompas.com

Canon Bikin Sensor Foto Raksasa, Untuk Apa?

Kompas.com - 21/06/2018, 17:11 WIB
Sensor Raksasa CanonPetaPixel Sensor Raksasa Canon

KOMPAS.com - Canon pernah merilis sensor berteknologi Complimentary Metal Oxide Semiconductor (CMOS) ultra sensitif dengan ukuran paling besar di antara berbagai sensor buatannya. Sekarang, beredar penampakan foto yang memperlihatkan seberapa besar sensor itu dibandingkan kamera serta sensor foto biasa.

Dalam foto yang diunggah oleh Canon di situs resminya, sensor CMOS raksasa itu diletakkan berdampingan dengan sebuah kamera DSLR entry level, EOS Rebel T3i atau dikenal juga sebagai 600D.

Kamera itu terlihat begitu mungil, sedangkan sensor CMOS-nya begitu besar. Ukurannya bahkan lebih besar dari sensor kamera medium format. Sensor raksasa itu berukuran 200 x 200 milimeter. Sebagai perbandingan, kamera full frame standar 35 milimeter saja hanya memiliki sensor berukuran 36 x 24 milimeter. Dengan kata lain, sensor raksasa itu 40 kali lipat lebih besar.

Berikut ini penampakan sensor CMOS raksasa buatan Canon saat dijajarkan dengan sensor kamera full frame 35 milimeter.

Sensor raksasa buatan Canon ditampilkan berjajar dengan sensor kamera full frame standar 35 milimeterCanon Sensor raksasa buatan Canon ditampilkan berjajar dengan sensor kamera full frame standar 35 milimeter

Untuk apa?

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari PetaPixel, Kamis (21/6/2018), pada 2010 saat memamerkan keberadaan sensor raksasa tersebut, Canon menyebutkan sebagai piranti pembuka peluang baru dalam macam-macam bidang industri serta akademik.

“Canon telah menerima tantangan mengembangkan sensor dengan sensitivitas tinggi serta ukuran elemen lebih besar, sambil tetap mempertahankan kinerja pembacaan dan sukses membuat sensor CMOS terbesar di dunia,” demikian disampaikan perusahaan kamera Jepang itu melalui blog resminya.

Sensor ini berwarna, dan memiliki fitur tingkat tinggi, seperti kemampuan merekam video pada kecepatan 60 frame per detik, tingkat kecerahan setara 0.3 lux atau  seperti cahaya bulan purnama, dan resolusi 120 megapiksel.

“Kemampuan sensor CMOS ultra sensitif itu antara lain berguna untuk merekam video objek ruang angkasa pada malam hari, perilaku hewan malam, hingga aurora. Bisa juga dipakai di kamera yang mengawasi situasi di malam hari,” pungkasnya.



Close Ads X