Resmi IPO, Xiaomi Incar Tambahan Dana Rp 84 Triliun

Kompas.com - 25/06/2018, 09:10 WIB
CEO Xiaomi, Lei Jun di ajang Qualcomm Summit 2017 di Maui, Hawaii, Selasa (5/12/2017). Oik Yusuf/KOMPAS.comCEO Xiaomi, Lei Jun di ajang Qualcomm Summit 2017 di Maui, Hawaii, Selasa (5/12/2017).

KOMPAS.com - Xiaomi resmi mengumumkan penawaran saham perdananya alias initial public offering ( IPO) di bursa Hongkong. Perusahaan asal China tersebut membidik dana segar senilai 6 miliar dollar AS (Rp 84 triliun).

Angka itu lebih rendah dari target awal, yakni 10 miliar dollar AS (Rp 140 triliun). Hilangnya target 4 miliar dollar AS (Rp 56 triliun) dikarenakan Xiaomi menunda IPO di mainland-nya sampai IPO di Hongkong selesai.

Lebih detail, Xiaomi berharap mampu menjual 2,2 miliar lembar saham ke investor global selama IPO yang dibuka hari ini, Senin (25/6/2018). Tiap lembar saham bernilai 17 dollar Hongkong (Rp 30.000-an) hingga 22 dollar Hongkong (Rp 39.000-an).

Dalam konferensi pers, CEO Xiaomi, Lei Jun, mengekspresikan optimisme perusahaan. Ia yakin Xiaomi memiliki potensi yang besar dan akan terus bertumbuh di masa depan.

“Kami adalah perusahaan yang langka, yang bisa berbisnis hardware, e-commerce, dan layanan internet,” kata dia, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina.

Baca juga: CEO Xiaomi Dikabarkan Terima Bonus Terbesar Sepanjang Sejarah

Saat ini, valuasi Xiaomi berkisar antara 54 miliar dollar AS (Rp 760 triliun) hingga 70 miliar dollar AS (Rp 985 triliun). Lagi-lagi, angka itu di bawah yang sebelumnya beredar di masyarakat yakni 100 miliar dollar AS (Rp 1.400 triliun).

CFO Xiaomi, Chew Shou Zi, berdalih bahwa produsen Redmi dan Mi sebelumnya tak pernah secara resmi menyatakan nilai valuasinya. Karena itu, ia membantah jika valuasi Xiaomi dikatakan menurun.

“Kami tak pernah bilang seberapa besar nilai kami. Beberapa bulan ini pasar banyak berspekulasi,” ia menuturkan.

Dalam pernyataan resmi, pendiri sekaligus Presiden Xiaomi, Lin Bin, juga mengiyakan kabar bahwa Lei Jun mendapat bonus saham senilai 1,5 miliar dollar AS (Rp 21,1 triliun). Angka itu mencatat rekor baru sebagai bonus eksekutif terbesar sepanjang sejarah.

Menurut Lin Bin, bonus itu semata-mata bentuk apresiasi atas kontribusi Lei Jun. Tak ada syarat dan ketentuan lebih lanjut. Bahkan, apapun yang terjadi pada IPO Xiaomi -sesuai atau tidak sesuai target- tidak akan berpengaruh pada bonus tersebut.



Sumber Gizmochina
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X