Face ID di Android Bisa Lebih Canggih dari iPhone

Kompas.com - 28/06/2018, 18:25 WIB
Ilustrasi teknologi Time of Flight 3D Sensing Technology besutan Vivo. VivoIlustrasi teknologi Time of Flight 3D Sensing Technology besutan Vivo.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Setelah kamera tersembunyi dan pemindai sidik jari yang tertanam di layar, Vivo kembali mengumumkan teknologi baru untuk gadget mobile, kali ini bernama Time of Flight (ToF) 3D Sensing.

Teknologi ini bisa membuat ponsel Android memiliki teknologi pemindai wajah yang lebih canggih dari iPhone. ToF 3D Sensing yang diperkenalkan Vivo di ajang Mobile World Congress (MWC) 2018 di Shanghai, China tersebut merupakan metode untuk melakukan pemetaan obyek secara tiga dimensi.

Cara kerjanya mirip dengan teknologi 3D depth-sensing yang dipakai Face ID oleh Apple. Hanya saja, ToF 3D Sensing ala Vivo bisa disebut lebih canggih.

Jumlah titik proyeksi cahaya yang dipakai untuk memetakan obyek pada ToF 3D Sensing, misalnya, mencapai 300.000. Jumlah ini 10 kali lebih banyak dibandingkan Face ID yang dikembangkan Apple.

Cara kerjanya, sensor ToF 3D Sensing yang diletakkan di samping kamera depan memancarkan cahaya, lantas menghitung waktu yang diperlukan oleh tiap titik cahaya untuk memantul kembali ke sensor setelah mengenai obyek (time of flight).

Baca juga: Kamera Face ID Sukses Bikin iPhone X Diminati Konsumen

Dengan titik yang lebih banyak, maka pemindaian akan lebih presisi. Pemetaan obyek ToF 3D Sensing juga diklaim mencapai jarak 3 meter, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Kamis (28/6/2018).

Vivo mengatakan, teknologi ToF 3D Sensing memiliki kemungkinan aplikasi yang luas, bukan hanya utnuk mengunci layar ponsel saja.

Selain untuk otentikasi biometrik (face recognition) yang lebih presisi, teknologi ini juga bisa dipakai untuk berbagai macam hal lain, seperti augmented reality (AR) hingga modelling obyek tiga dimensi.

"Lewat kombinasi ToF 3D Sensing Technology dengan AU, kami akan terus mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru untuk masa depan," sebut senior executive Vivo, Alex Feng.

Vivo mengklaim bahwa ToF 3D Sensing bukan sekadar proof-of-concept, melainkan sudah teruji bisa bekerja. Namun belum ada jadwal pasti soal kehadirannya di perangkat komersial nanti.

Vivo bukan satu-satunya pabrikan yang mengembangkan pemetaan obyek tiga dimensi berbasis Time of Flight. Apple dan Vivo diketahui tertarik pula dengan teknologi ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber The Verge
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X