Pengembang PUBG Tak Jadi Tuntut "Fortnite"

Kompas.com - 29/06/2018, 16:31 WIB
PlayerUnkonwns Battleground merilis mode permainan baru yakni Royale Pass yang mirip dengan Battle Pass milik Fortnite. Android AuthorityPlayerUnkonwns Battleground merilis mode permainan baru yakni Royale Pass yang mirip dengan Battle Pass milik Fortnite.

KOMPAS.com - Dua pengembang game battle royale terpopuler yakni Player Unknown's Battleground (PUBG) dan Fortnite akhirnya menghentikan perseteruan mereka di meja hijau. Pengembang PUBG yang sebelumnya melayangkan gugatan kini telah mencabut tuntutan tersebut.

Pengembang PUBG melayangkan tuntutan lantaran Fortnite dianggap telah menjiplak permainan mereka dengan merilis mode battle royale pada akhir tahun lalu. Padahal awalnya Fortnite adalah game dengan mode survival, bukan battle royale.

Dikutip KompasTekno dari Bloomberg, Jumat (29/6/2018), tim kuasa hukum pengembang PUBG telah mengonfirmasi bahwa pihaknya memang telah membatalkan gugatan, namun mereka tidak memberikan penjelasan mengapa pencabutan ini dilakukan.

Kemungkinan besar adalah adanya pengaruh dari Tencent Holdings selaku payung besar yang memberi modal pada kedua pengembang game ini. Baik PUBG maupun Epic Games sebagian memang dimiliki oleh Tencent Holdings.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, kasus ini telah ditutup di pengadilan wilayah Korea Selatan pada Senin lalu. Berdasarkan informasi dari situs pengadilan setempat, PUBG Corp selaku penggugat telah mengirim surat penarikan gugatan pada tim kuasa hukum Epic Games sekalu tergugat.

Baca juga: Pengembang Game PUBG Tuntut Pembuat Fortnite

Sekitar akhir Mei lalu, pengembang game Player Unknown's Battleground (PUBG) diketahui melayangkan tuntutan pada Epic Games, pembuat Fortnite terkait dugaan plagiasi.

PUBG dan Fortnite memang merupakan dua game dengan genre yang serupa, yakni battle royale. Para pemain dalam game ini dipertemukan dalam satu wilayah kemudian saling menyerang untuk bertahan sampai jadi yang terakhir.

Padahal sejatinya, gugatan pelanggaran hak cipta ini akan sulit dibuktikan karena Fortnite menjiplak ide dan gameplay dari PUBG, bukan meniru konten secara keseluruhan.

Pada awal peluncurannya, Fortnite sejatinya hanya memiliki mode permainan "survival" di mana pemain hanya diharuskan untuk bertahan sampai akhir, dengan membuat pertahanan dari tembok untuk menghindar dari musuh.

Namun sekitar akhir 2017 lalu, Epic Games kemudian merilis mode battle royale yang mirip dengan PUBG, tanpa sepengetahuan mereka. Inilah yang membuat PUBG Corp mengungkapkan kekecewaan mereka ketika itu.
 
PUBG dan Fortnite memang sangat wajar jika keduanya bersitegang. Pasalnya dua game ini tengah naik daun dan mendulang banyak pemain di seluruh dunia.
 
Beberapa waktu lalu PUBG dikabarkan telah mencapai lebih dari 400 juta pemain di seluruh dunia. Sedangkan Fortnite hanya dalam waktu sekitar 3 bulan sejak mode battle royale diluncurkan, telah mendulang peningkatan signifikan dengan angka pemain sekitar 125 juta semenjak game ini diluncurkan. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Bloomberg
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X