Twitter Berantas Akun "Spam" dan "Bot" dengan ML

Kompas.com - 29/06/2018, 18:37 WIB
Ilustrasi Twitter IstIlustrasi Twitter

KOMPAS.com - Twitter Indonesia mengumbar upaya terbarunya memberantas akun-akun palsu, spam, dan bot, yang mengganggu kenyamanan pengguna dalam berbagi informasi. Jika sebelumnya hanya berbasis laporan, kini Twitter mulai mengandalkan teknologi machine learning (ML).

Dalam blog resminya, Twitter mengatakan ML yang dimiliki mampu mengidentifikasi dan membasmi jaringan akun spam secara otomatis. Dengan begitu, Twitter bisa mencegah oknum jahil yang hendak memanipulasi percakapan.

Dalam uji coba selama Mei 2018, sistem ML Twitter menemukan dan menindak lebih dari 9,9 juta akun spam per minggu. Angka itu naik signifikan dibandingkan 6,4 juta akun pada 2017 lalu.

“Karena peningkatan teknologi, kami sekarang bisa menghapus 214 persen lebih banyak akun yang melanggar kebijakan spam kami dari tahun ke tahun,” begitu tertera pada blog resmi Twitter.

“Pada waktu bersamaan, jumlah rata-rata angka laporan spam yang diterima sistem kami terus menurun, dari 25.000 per hari pada Maret lalu kini hanya 17.000 per hari,” sebagaimana dikutip KompasTekno, Jumat (29/6/2018).

Baca juga: Demi Bikin Linimasa Adem, Twitter Beli Startup

Selain memanfaatkan ML, ada empat upaya konkrit Twitter untuk memberantas akun-akun tak bertanggung jawab, lebih lengkapnya sebagai berikut.

Pertama, mengurangi visibilitas akun yang mencurigakan dengan memasukkannya ke daftar “read-line”. Yang dimaksud akun mencurigakan adalah akun yang tindakannya terkoordinasi dan massal.

Akun tersebut akan langsung dihapus dari kolom follower orang-orang dan berbagai keterlibatannya sampai lolos pengecekan, semisal konfirmasi nomor telepon. Akun segera dipulihkan ketiga kecurigaan Twitter terbukti salah.

Kedua, memperbaiki proses pendaftaran. Twitter meminta akun baru mengonfirmasi alamat email atau nomor telepon ketika mendaftar. Dengan begitu, akun spam akan semakin sulit mendaftar.

Ketiga, mengaudit akun-akun yang ada untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda pendaftaran otomatis. Hal ini untuk memastikan setiap akun melewati beberapa pemeriksaan keamanan otomatis sederhana. Berkat upaya ini, Twitter mengklaim lebih dari 5.000 pendaftaran bersifat spam sudah dicegah di awal.

Baca juga: Twitter Bakal Kedatangan Fitur Percakapan Rahasia?

Terakhir, perluasan sistem pendeteksian perilaku berbahaya. Ada beberapa proses yang diotomatisasi ketika sistem mencium sesuatu yang mencurigakan. Hal ini untuk mempercepat segala proses pemberantasan.

Dengan berbagai upayanya, Twitter berharap mikroblog-nya bisa menjadi tempat berdiskusi yang sehat, serta saling berbagi informasi akurat dan relevan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X