Kompas.com - 30/06/2018, 11:26 WIB
Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Chairman , Foxconn  Terry G (kedua dari kanan) melakukan peletakkan batu pertama pabrik Foxconn di Wisconsin Valley Science and Technology Park, Jumat (28/6/2018). BRENDAN SMIALOWSKI/AFPPresiden AS Donald Trump (tengah) dan Chairman , Foxconn Terry G (kedua dari kanan) melakukan peletakkan batu pertama pabrik Foxconn di Wisconsin Valley Science and Technology Park, Jumat (28/6/2018).
|

KOMPAS.com - Bisnis Foxconn di AS semakin berkembang. Vendor perakit iPhone asal Taiwan ini resmi membangun pabrik di wilayah Mount Pleasant Wisconsin, Amerika Serikat

Di pabrik seluas hampir dua juta meter persegi ini Foxconn rencananya bakal memproduksi komponen layar LCD dan mempekerjakan sebanyak 13.000 orang.

Prosesi groundbreaking serta peresmian dibangunnya pabrik ini dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump didampingi oleh CEO Foxconn Terry Gou, Gubernur wilayah Wisconsin Scott Walker dan beberapa pejabat lainnya dari Gedung Putih.

"Seperti yang telah ditemukan oleh Foxconn, tidak ada tempat yang lebih baik untuk membangun, mempekerjakan dan berkembang selain di sini, Amerika Serikat," ungkap Donald Trump, seperti dikutip KompasTekno dari Cnet, Sabtu (30/6/2018).

Menurut Trump, langkah yang dilakukan oleh Foxconn dengan membangun pabrik di Amerika Serikat merupakan lompatan besar dan jadi permulaan untuk hadirnya investasi asing di AS.

Pembangunan pabrik Foxconn ini sejatinya bukan tanpa kontroversi. Untuk memastikan terealisasinya pembangunan, pemerintah daerah Wisconsin sampai-sampai menjanjikan insentif tambahan sebesar 1 miliar dollar AS untuk perusahaan.

Baca juga: Ini Alasan Trump Kenakan Tarif Impor untuk Produk Teknologi China

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencana pembangunan pabrik ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, bahkan sejak 2012 Foxconn sudah menargetkan pembangunan pabrik di AS.

Alasannya adalah, menurut Foxconn, Amerika Serikat adalah tempat yang strategis dan ada banyak potensi klien di sana.

Sayangnya pada 2013 rencana tersebut tak berjalan dengan baik. Foxconn sempat menjanjikan investasi sebesar 30 juta dillar AS untuk pembangunan pabrik di Pennsylvania namun rencana itu tidak terealisasi.

Kendati demikian, dibangunnya pabrik di AS ini malah memunculkan kekhawatiran harga iPhone akan semakin tinggi.

Selama ini, tantangan pembangunan fasilitas pabrik di AS adalah biaya operasional. Di Taiwan, upah buruh dan biaya operasional lainnya terhitung kecil dibandingkan dengan AS yang serba berstandar tinggi.

Jika biaya operasional pabrik dan produksi tinggi, harga ritel iPhone pun kemungkinan akan menjulang. Saat ini saja harga jual iPhone sudah dianggap premium, entah akan meningkat berapa besar kalau fasilitas produksi dipindah ke AS.

Baca juga: Foxconn Buka Pabrik di AS, Harga iPhone Makin Mahal?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.