Isi E-mail Gmail Bisa Diintip Pihak Ketiga

Kompas.com - 03/07/2018, 12:37 WIB
Desain baru Gmail GoogleDesain baru Gmail

KOMPAS.com - Pengembang aplikasi pihak ketiga diketahui dapat mengintip isi e-mail jutaan pengguna Gmail tanpa disadari pemiliknya. Ini dikarenakan setelan akses Gmail yang memungkinkan pengembang melihat detail pribadi pemilik akun termasuk percakapan dalam e-mail. 

Hal ini terungkap setelah The Wall Street Journals merilis laporannya. Berdasarkan laporan tersebut praktik ini diketahui telah terjadi secara umum di seluruh penyedia layanan e-mail, bukan hanya Gmail.

Laporan tersebut menerangkan bahwa pengguna Gmail yang mendaftar untuk layanan tertentu seperti layanan belanja dan travel, harus menyetujui persyaratan dan ketentuan yang diberikan. Nah, dalam persyaratan inilah tertulis bahwa pengguna menyetujui agar konten e-mail mereka baik secara digital maupun fisik dapat dibaca oleh pengembang pihak ketiga.

Dikutip KompasTekno dari The Verge, Selasa (3/7/2018), persyaratan ini memungkinkan pengembang aplikasi untuk melihat seluruh detail pribadi termasuk alamat penerima, data diri pengguna hingga seluruh isi pesan yang telah dikirim maupun diterima.

Baca juga: Zuckerberg Akui Facebook Intip Setiap Pesan di Messenger

Google pun berdalih bahwa data tersebut hanya diberikan pada pengembang resmi yang telah melewati serangkaian pemeriksaan dari Google. Pemeriksaan ini meliputi tujuan penggunaan data, reputasi pengembang, hingga aturan privasi milik pengembang yang dapat meminimalisasi penyalahgunaan data pengguna.

Raksasa mesin pencari ini pun menegaskan bahwa data tersebut tidak secara mentah-mentah diberikan pada pengembang, melainkan hanya data tertentu yang diperlukan saja. Itu pun nantinya digunakan agar pemilik akun mendapat layanan yang lebih memuaskan dari penyedia aplikasi pihak ketiga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian tentu akan tetap ada kekhawatiran penyalahgunaan data milik pengguna. Apalagi beberapa waktu lalu kasus besar yang menimpa Facebook juga berawal dari pengembang aplikasi pihak ketiga.

Hasilnya seperti yang kita ketahui, Facebook mendapat tuntutan bertubi-tubi atas kelalaian tersebut. Bahkan tak sedikit yang melaporkan kasus ini ke meja hijau.

Google sendiri sejatinya pernah berjanji akan berhenti memindai isi e-mail pengguna demi kepentingan iklan. Kala itu Google mendapat banyak sekali kritikan pedas saat diketahui bisa mengintip e-mail di kotak masuk setiap pengguna.

Sejatinya tak ada yang salah dengan kemampuan scanning tersebut. Pasalnya hal tersebut dilakukan demi memunculkan iklan yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Meski begitu masih banyak orang yang merasa Google bisa saja mencari dan membaca langsung isi e-mail seseorang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.