Sedetik, AI Bikinan Alibaba Tulis 20.000 Baris Iklan - Kompas.com

Sedetik, AI Bikinan Alibaba Tulis 20.000 Baris Iklan

Kompas.com - 06/07/2018, 16:12 WIB
Gedung Utama Alibaba Campus di distrik Xixi, Hangzhou, China, Senin (16/4/2018)KOMPAS.com/YOGA SUKMANA Gedung Utama Alibaba Campus di distrik Xixi, Hangzhou, China, Senin (16/4/2018)

KOMPAS.com - Kemampuan program kecerdasan buatan ( AI, Artificial Intelligence) makin lama makin canggih. Alibaba misalnya, baru-baru ini meluncurkan tool AI yang mampu menulis naskah iklan (copy) secara otomatis.

Tak tanggung-tanggung, teks yang ditulis oleh program kecerdasan buatan itu jumlahnya sangat banyak, mencapai 20.000 baris per detik. Tool tersebut kabarnya sudah diterapkan di situs-situs komersil milik Alibaba, termasuk Tmall, Taobao, Mei.com, dan 1688.com.

Pengiklan bisa meyelipkan tautan di laman produk milik mereka, dan menekan tombol khusus untuk melihat berbagai macam tulisan iklan tentang produk yang dihasilkan oleh tool AI.

Tema tulisan ini pun bisa dipilih sesuka hati, naskah bisa bersifat promosional, fungsional, menyenangkan, puitis, atau menyentuh hati.

“Semua konten yang dihasilkan oleh AI Copywriter berasal dari model pelatihan deep learning, dibantu sejumlah besar konten berkualitas yang ditulis manusia,” ujar Christina Lu, General Manager Alimama -cabang pemasaran Alibaba- sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNBC, Jumat (6/7/2018).

Baca juga: LG: AI di Kamera Smartphone China Kekanak-kanakan

Sejumlah merchant internasional seperti label fashion Esprit dan Dickies sudah mulai menggunakan tool Alibaba untuk memasarkan produknya di Negeri Tirai Bambu.

Masih butuh manusia

Meski terkesan bisa menggantikan profesi copywriter dalam menulis naskah iklan, Lu mengatakan bahwa sang AI masih butuh bantuan manusia, terutama untuk memilih konten mana yang paling sesuai untuk kebutuhan pengiklan, dari sekian banyak yang dihasilkan secara otomatis.

“Kreativitas manusia adalah acuan bagi mesin, yang belum bisa meniru kreativitas tersebut. Dengan memakai AI untuk marketing, orang-orang bisa mengalokasikan energi lebih banyak untuk kerja kreatif,” imbuh Lu.

Dengan kehadiran sang AI, kerja copywriter pun bisa dipermudah, alih-alih digeser. Para copywriter tak lagi harus memikirkan tulisan naskah iklan, tapi bisa memilih di antara teks yang dihasilkan oleh AI, sehingga lebih efisien.

Meski rajin mengembangkan AI, pendiri Alibaba, Jack Ma meyakini bahwa AI seharusnya berperan sebagai “partner” bagi manusia, bukannya lawan yang bisa menggeser profesi tradisional.

Alibaba sendiri makin banyak meraup pendapatan dari bisnis periklanan di China. Dari potensi bisnis periklanan Negeri Panda tahun depan, yang diproyeksikan bernilai sebesar 20 miliar dollar AS, Alibaba diperkirakan bisa mengambil porsi hingga 40 persen.



Close Ads X