Go-Jek Ingin Perbanyak “Shelter” untuk Driver

Kompas.com - 07/07/2018, 12:18 WIB
Helm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut Oik Yusuf/ Kompas.comHelm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut
Penulis Oik Yusuf
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Pengemudi ojek online yang memadati pinggiran jalan sudah menjadi pemandangan umum di Jakarta. Selain mengganggu pengguna jalan lain, para driver dan penumpang ojek pun menjadi tidak nyaman.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta pun pekan ini sampai melontarkan wacana untuk mematikan aplikasi ojek onine di tempat-tempat tertentu, di mana mereka dinilai seringkali melanggar lalu lintas.

Baca juga: Pemprov DKI Minta Aplikasi Ojek "Online" Dimatikan di Tempat Tertentu

Menanggapi hal tersebut, Vice President Driver Community Go-Jek Jaka Wiradisuria mengatakan pihaknya memang telah menyadari permasalahan driver yang sering bergerombol di tepi jalan dan sedang berupaya mencari solusi.

Salah satunya yang direncanakan adalah membuat shelter alias halte khusus untuk pengemudi ojek online, sebagai tempat menunggu penumpang atau parkir sementara selagi memesan makanan bagi pelanggan.

Dia mencontohkan dua shelter ojek online di mal Senayan City dan Pacific Place yang sudah bisa dimanfaatkan sebagai area drop off dan menjemput penumpang.

“Dua tempat itu jadi percontohan. Kami akan kembangkan di area-area berikutnya,“ ujar Jaka saat ditemui usai acara peluncuran Paket Siap Online Go-Jek bersama Telkomsel di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Jaka mengatakan, lokasi yang berpotensi menjadi shelter antara lain tempat parkir di pusat perbelanjaan atau perkantorkan. Pihaknya kini disebut sedang menjajaki kemungkinan kerjasama dengan manajemen terkait untuk membuka shelter.

Sistem rating penumpang

Vice President Driver Community Go-Jek, Jaka Wiradisuria, saat berbicara dalam acara peluncuran Paket Siap Online hasil kerjasama Go-Jek dengan Telkomsel di Jakarta, Jumat (6/7/2018).KOMPAS.com/ OIK YUSUF Vice President Driver Community Go-Jek, Jaka Wiradisuria, saat berbicara dalam acara peluncuran Paket Siap Online hasil kerjasama Go-Jek dengan Telkomsel di Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan, baik untuk driver maupun penumpang, Go-Jek juga berencana menerapkan sistem rating untuk menilai penumpang.

Selama ini di aplikasi Go-Jek, sistem rating hanya berlaku satu arah untuk driver saja. Perusahaan transportasi berbasis aplikasi lain, Uber, sebelumnya sempat menerapkan sistem rating untuk penumpang.

"Ini komitmen kami untuk menunjukkan bahwa keselamatan penting untuk kedua belah pihak. Para mitra (driver) banyak mengeluhkan karena (rating penumpang) belum diterapkan," ujarnya.

Untuk sekarang, Go-Jek baru mengujicoba sistem rating penumpang. Jaka mengaku belum bisa mengungkap kapan fitur itu akan benar-benar diterapkan dalam aplikasi.

Yang jelas, kehadirannya nanti diharapkan bisa membantu keamanan dan kenyamanan, baik untuk pihak driver maupun penumpang.

"Dengan adanya visibility terhadap kedua belah pihak, maka pelanggan dan mitra bisa terbantu," pungkas Jaka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X