Nilai Saham Xiaomi Sempat Turun Setelah IPO - Kompas.com

Nilai Saham Xiaomi Sempat Turun Setelah IPO

Kompas.com - 10/07/2018, 15:51 WIB
Suasana IPO Xiaomi di Bursa Saham Hong Kong, Senin (9/7/2018).Xiaomi Suasana IPO Xiaomi di Bursa Saham Hong Kong, Senin (9/7/2018).

KOMPAS.com - Xiaomi resmi melantai di bursa efek Hong Kong dengan nilai penawaran ( IPO) 17 dollar Hong Kong per lembar. Namun saat keran jual-beli saham dibuka Senin kemarin, nilai tersebut malah anjlok ke angka 16,60 dollar Hongkong untuk setiap lembar.

Kendati demikian meski melihat angka penurunan ini, Xiaomi sepertinya tetap optimistis akan mendulang dana tambahan dalam jumlah yang tinggi. Bahkan Co-Founder Xiaomi, Lei Jun mengatakan bahwa Xiaomi lebih memikirkan pertumbuhan jangka panjang ketimbang harga saham.

"Saya pikir harga saham jangka pendek ditentukan oleh kondisi pasar. Apa yang kami lakukan adalah fokus pada pertumbuhan jangka panjang bisnis kami," ungkap Lei Jun.

Baca juga: Resmi IPO, Nilai Valuasi Xiaomi Rp 777 Triliun

Memang rasa optimisme Jun bukan tanpa alasan. Pasalnya valuasi Xiaomi sendiri mencapai angka 54,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 777 triliun saat IPO dibuka. Valuasi itu terbilang sangat tinggi untuk perusahaan yang baru menginjak usia 8 tahun, meski sejatinya hanya separuh dari perkiraan awal yang ditargetkan mencapai 100 miliar dollar AS.

Kendati belum dapat dipastikan penyebabnya, anjloknya nilai saham ini diperkirakan lantaran adanya kekhawatiran perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Selain itu faktor lainnya diperkirakan karena sentimen negatif investor baru-baru ini terhadap ekuitas global.

Setelah naik-turun hingga 5,9 persen dalam perdagangan perdana Senin kemarin, harga saham Xiaomi akhrinya ditutup melemah sebesar 1 persen. Namun, dalam perdagangan hari kedua, Selasa (10/7/2018) ini, harganya dilaporkan sudah naik hingga melewati 17 dollar Hong Kong per lembar, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNN Money.

Baca juga: Xiaomi Incar Posisi Tiga Besar Pabrikan Smartphone Dunia

Sejak awal 2018 lalu, Xiaomi dikabarkan mengincar dana segar sebesar 6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 84 triliun dari IPO.  Xiaomi sendiri kabarnya akan menggunakan dana hasil IPO untuk penelitian, pengembangan, ekspansi global, hingga memperkuat sektor Internet of Things yang dimiliki vendor asal China ini.


Komentar
Close Ads X