Siap-siap, Jumlah Follower di Twitter Bakal Berkurang - Kompas.com

Siap-siap, Jumlah Follower di Twitter Bakal Berkurang

Kompas.com - 12/07/2018, 10:19 WIB
Ilustrasi TwitterIst Ilustrasi Twitter

KOMPAS.com - Dalam beberapa hari ke depan, jumlah follower yang dimiliki sebagian pengguna Twitter mungkin akan berkurang. Pasalnya, Twitter bakal segera menerapkan cara baru untuk menghitung pengikut.

Akun-akun yang dikunci tak bakal lagi ikut dihitung sebagai follower akun manapun yang mereka ikuti. Walhasil, “Jumlah follower yang ditampilkan di banyak profil mungkin akan turun,” kicau CEO Twitter, Jack Dorsey dalam sebuah tweet.

Menurut Twitter, kebanyakan pengguna hanya akan kehilangan empat pengikut atau kurang. Tapi akun-akun beken dengan banyak pengikut bisa kehilangan follower dalam jumlah besar.

Akun Twitter Presiden AS Donald Trump, misalnya, dilaporkan kehilangan 100.000 follower segera setelah “dihitung ulang” oleh Twitter. Sementara, pengikut akun mantan Presiden AS, Barack Obama berkurang sebanyak 400.000.


Sebuah akun akan dikunci oleh Twitter apabila melanggar ketentuan atau melakukan hal mencurigakan, misalnya mengicaukan reply dan mention dalam jumlah sangat besar, banyak diblokir oleh akun lain, atau menyebarkan spam.

Baca juga: Login Twitter Bisa Pakai Flashdisk USB

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Kamis (12/7/2018), Twitter bisa juga mengunci sebuah akun apabila dicurigai telah diretas. Dalam hal ini, akun akan tertap terkunci hingga pemiliknya mengganti password.

“Kamu menerapkan perubahan cara menghitung follower sebagai bagian dari upaya kami menjadikan Twitter tempat yang lebih dipercaya untuk percakapan publik,” ujar Vijaya Gadde dari tim keamanan Twitter dalam sebuah kicauan.

Tak disebutkan apakah Twitter akan turut menghapus like dan retweet yang pernah dibuat oleh  akun-akun yang dikunci tersebut. Penghitungan ulang follower bakal diterapkan secara bertahap ke seluruh pengguna Twitter dalam beberapa hari ke depan.


Komentar
Close Ads X