Pengguna Google Translate Melonjak Selama Piala Dunia 2018

Kompas.com - 16/07/2018, 13:15 WIB
Teknologi World Lens di Google Translate mampu menerjemahkan teks lewat tangkapan lensa kamera GoogleTeknologi World Lens di Google Translate mampu menerjemahkan teks lewat tangkapan lensa kamera

Apalagi, tak sedikit pula yang tidak bisa berdialog dalam bahasa Inggris.

"Di beberapa kota kecil, beberapa di Moskow dan St. Petersburg, hanya sedikit yang berbicara bahasa Inggris. Kami harus bercakap sedikit bahasa Rusia," imbuh Salem.

Dengan aplikasi penerjemah semacam Google Translate, hubungan sosial antar fans dari berbagai dunia akan semakin akrab. Hal tersebut diamini oleh Joss Moorkens, asisten profesor program studi School of Applied Language and Intercultural Studies dari Dublin City University.

"Ini (aplikasi penerjemah) penting. Saat orang-orang lebih akrab dengan alat penerjemah mobile, mereka akan lebih akrab dengan pengunjung meskipun terkendala pemahaman bahasa," jelasnya.

Tujuan ini seirama dengan visi Google. Cattiau mengatakan jika perusahaannya memiliki ambisi serta visi untuk mendobrak batas bahasa bagi semua orang di berbagai macam konteks, tidak hanya untuk wisata saja.

Sebanyak 95 persen pengguna Google Translate berada di luar Amerika Serikat yang merupakan negara multilingual seperti India dan Indonesia. Ia menambahkan jika timnya sedang fokus untuk meningkatkan kemudahan dalam penggunaan Google Translate, selain membuatnya lebih akurat dalam menerjemaahkan.

"Kami ingin orang-orang bisa berbicara senatural dan selancar mungkin," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, menurut Dr. Moorkens, aplikasi penerjemah lebih baik digunakan untuk situasi informal. Menurutnya, belajar bahasa masih diperlukan untuk menyempurnakan pemahaman yang tepat.

"Ketika mesin berbicara kepada Anda, bagaimana Anda tahu jika pesan tersebut akurat dan tepat jika Anda tidak memiliki pengetauan bahasa tersebut?," jelas Dr. Moorkens.

Baca juga: Google Translate untuk Bahasa Indonesia Makin Mirip Manusia

Meski begitu, pendapat Dr.Moorkens tidak begitu berlaku di Rusia selama perhelatan Piala Dunia 2018. Ketika tidak ada komunikasi sama sekali, maka aplikasi penerjemah yang belum sempurna bisa menjadi alternatif.

"Mereka (aplikasi penerjemah) telah membantu para fans dan penduduk tuan rumah melebur bersama, memudahkan pengunjung berkeliling, membuat hari ke hari semakin mudah, dan membantu orang-orang menemukan sesuatu untuk dikatakan, serta bagaimana mengatakannya," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.